AI Bukan Ancaman, Dunia Pendidikan di Indonesia Didorong Berbasis Human Intelligence

Pendidikan merupakan kunci agar generasi muda memiliki keterampilan maupun pengetahuan sehingga memiliki daya saing.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Moondela Magazine
Ilustrasi artificial intelligence 

TRIBUNBANTEN.COM - Pendidikan merupakan kunci agar generasi muda memiliki keterampilan maupun pengetahuan sehingga memiliki daya saing.  

Hal itu diungkap Direktur SMP,  Ditjen PAUD Dikdasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Imran. 

"Pendidikan investasi tidak kasat mata," kata dia. 

Pernyataan itu disampaikan dalam Edu Summit 2024 di Jakarta pada Selasa (26/11/2024). 

Baca juga: Sipkumham Bekerja dengan Artificial Intelligence Berisi Data Hukum, HAM, dan Layanan Publik

Edu Summit 2024 mengangkat tema “Education Outlook 2025: Human Intelligence dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia”,  

Seminar sehari dibawakan oleh para pakar dan praktisi pendidikan. Ditujukan kepada para guru, kepala sekolah, insan pendidik, pemangku kebijakan dan pemerhati dunia pendidikan.
"Berupaya menanamkan pentingnya memiliki critical thinking sebagai bagian dari human intelligence dalam proses transformasi teknologi," ujarnya. 

Di bidang pendidikan, kata dia, harus diambil langkah cepat dan  tepat supaya generasi emas Indonesia 2045 bisa bersaing. 

"Diharapkan langkah ini bisa memberikan inspirasi kepada banyak pihak, untuk melakukan hal serupa dan bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia," kata dia. 

Sementara itu, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Mochammad Sidik, mengatakan pendidikan Indonesia menghadapi tantangan dengan keberadaan Artificial intelligence (AI). 

AI adalah kecerdasan buatan adalah teknologi yang dirancang untuk meniru kemampuan intelektual manusia dalam memecahkan masalah. AI dapat menganalisis data, mengidentifikasi pola, membuat prediksi, dan mengambil tindakan 

"Perkembangan AI mempercepat tranformasi pendidikan. AI hanya alat, keberhasilan tergantung human inteligence," ujarnya. 

Baca juga: Bersiap Hadapi Gempuran AI, Stafsus Presiden: Generasi Muda Harus Miliki Kemampuan Literasi Digital

Leny Ng, President Director, Acer Indonesia, menambahkan pihaknya berkomitmen mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Di mana pemanfaatan teknologi tetap menempatkan peran human intelligence sebagai elemen utama. 

"Teknologi adalah faktor penting, namun kecerdasan manusia tetap menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang bermakna. Kami berharap, sinergi ini akan menghasilkan generasi yang siap bersaing di tingkat global, namun tetap memiliki keterampilan berpikir kritis, empati, dan kreativitas yang kuat," tambahnya. 

Acara ini menghadirkan para pakar pendidikan dan praktisi berskala nasional dari berbagai bidang yang berbagi perspektif serta langkah konkret dalam mendukung rencana strategis transformasi pendidikan di Indonesia.  

Mereka adalah; Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M. M., M.Sc., Guru Besar Teknik Komputer, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia; Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia; dan Herbet Ang, Group CEO, Intan Pariwara. 

Turut juga diumumkan pemenang ASSA 2024. 
ASSA merupakan penghargaan tahunan untuk sekolah/madrasah dan para pendidik yang siap menerapkan prinsip-prinsip smart school dalam kegiatan belajar mengajar.  

Para pemenang dari kategori School of The Year dan Guru Kreatif memenangkan hadiah dengan nilai total lebih dari lima ratus juta rupiah. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved