Dampak Cuaca Ekstrem, Sejumlah Nelayan di Cilegon Terpaksa Tak Melaut

Ribuan nelayan di Kota Cilegon tidak bisa melaut mencari ikan, dampak adanya cuaca ekstrem yang terjadi di Perairan Selat Sunda.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Ribuan nelayan di Kota Cilegon tidak bisa melaut mencari ikan, dampak adanya cuaca ekstrem yang terjadi di Perairan Selat Sunda. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin 

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Ribuan nelayan di Kota Cilegon tidak bisa melaut mencari ikan, dampak adanya cuaca ekstrem yang terjadi di Perairan Selat Sunda. 

Wakil ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon, Supriyadi menyebut ada sekitar seribuan nelayan tidak bisa mencari ikan akibat gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi beberapa hari ini. 

"Para nelayan di Kota Cilegon  merasakan kesedihan, karena tidak bisa mencari ikan," ujarnya kepada TribunBanten.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/12/2024). 

Baca juga: Libur Nataru di Tengah Cuaca Ekstrem, ASDP Pastikan Kesiapan Pelabuhan Merak

"Ditambah perahu-perahu yang di tambatkan di pantai atau lokasi sandar mengalami kerusakan akibat terbangun air laut yang tinggi," sambungnya. 

Dalam peristiwa itu, selain tidak bisa melaut, para nelayan mengalami kerugian yang cukup besar akibat perahu-perahu yang mereka gunakan rusak. 

Supriyadi menyebut, dampak adanya peristiwa itu, peran pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat nelayan

Pasalnya, berdasarkan Perda Kota Cilegon nomor 5 tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. 

Disebutkan bahwa dalam Pasal 11 point 1 menyatakan pemerintah daerah bertanggung jawab atas perlindungan nelayan di daerah. 

"Upaya perlindungan nelayan tersebut salah satunya ialah menjamin prasarana, kepastian usaha, keamanan dan keselamatan, jaminan resiko penangkapan ikan," ungkapnya. 

Oleh karena itu, pihak HNSI Kota Cilegon mengajak kepada para pemangku kebijakan di Pemkot Cilegon dalam hal ini BPBD dan dinas terkait. 

Supaya bisa turun dan melihat langsung kondisi nelayan di Kota Cilegon, yang sangat memerlukan sentuhan dari pemerintah daerah. 

Selain itu, seiring pesatnya industrialisasi di sepanjang pesisir di Kota Cilegon

Supriyadi berharap kepada pihak manajemen industri untuk memperhatikan para nelayan di belakang pabrik-pabriknya. 

"Harapan kami sinergitas antara pemerintah dan industri untuk sama-sama memperhatikan nasib para nelayan yang semakin tersingkirkan di era pembangunan di Kota Cilegon,” ujarnya. 

Baca juga: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Ekstrem Besok, Rabu 27 November 2024: 27 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved