Warga Empat Desa Geruduk Kantor DPRD Lebak, Tolak TPST Regional Banten di Cileles

Warga dari perwakilan empat desa di dua kecamatan yakni Cileles dan Cikulur, melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Lebak.

Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Misbahudin/TribunBanten.com
Warga dari perwakilan empat desa di dua kecamatan yakni Cileles dan Cikulur, melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Lebak. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga dari perwakilan empat desa di dua kecamatan yakni Cileles dan Cikulur, melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Lebak, Selasa (17/12/24). 

Empat desa itu antara lain, Desa Doroyon, Muaradua, Gumuruh dan Pasirgintung. 

Aksi tersebut untuk menolak keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) regional Banten, yang ada di Kecamatan Cileles, Lebak. 

Baca juga: Polres Lebak Imbau Masyarakat Jaga Toleransi saat Umat Kristiani Laksanakan Ibadah Natal 2024

Pantauan TribunBanten.com, sejumlah poster penolakan dibentangkan oleh sejumlah emak-emak. 

Salah satu masa aksi, Nuruminah mengatakan, bahwa dirinya sangat menolak keberadaan TPST yang berada di wilayahnya itu. 

Sebab, dia khawatir bakal banyak dampak yang terjadi ketika TPST jadi dibangun.

"Sampah itu kan bau. Nanti baunya ke mana-mana, baik ke air dan lingkungan kami," katanya. 

Ia mengungkapkan, jarak keberadaan TPST dari rumahnya hanya sekitar 5 meter.

"Sangat deket, makanya saya ikut nolak juga," ucapnya.

Ia mengaku, kehadirannya ikut menjadi masa aksi tidak hanya sendiri, tapi juga ditemani sang suami dan anak-anaknya.

"Saya tidak sendiri ikut demo, tapi saya sama suami dan anak-anak ikut menolak," ucapnya. 

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah daerah dan DPRD Lebak, untuk ikut serta menolak keberadaan TPST. 

"Mau ke mana lagi kami menyampaikan aspirasi ini, kalau bukan wakil rakyat dan Bupati Lebak. 

Masa aksi lainnya, Iyoy menambahkan, keberadaan TPST di wilayahnya akan berakibat fatal terhadap kondisi lingkungan. 

Baik pencemaran air bersih dan sawah-sawah warga. 

"Jadi ini bukan hanya bicara dampak hari ini saja, tapi kami bicara soal dampak panjang yang kami rasakan nantinya," katanya.

Ia mengaku, jika pemerintah tetap memaksakan membangun TPST di Cileles, maka pihaknya akan tetap menolak. 

"Pokonya kami akan tetap menolak, sampai kapan pun itu. Bahkan kami akan melakukan perlawanan," ucapnya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved