Galian Tanah di Rangkas Lebak Ditinggal Pengusaha, Warga: Kami Hanya Kena Dampak Buruknya!

Usia di demo warga kampung Papanggo, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, aktivitas galian tanah di lokasi  tersebut sepi. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Misbahudin
Usia di demo warga kampung Papanggo, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, aktivitas galian tanah di lokasi   tersebut sepi. 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Misbahudin TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Usia di demo warga kampung Papanggo, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, aktivitas galian tanah di lokasi tersebut sepi. 

Sejumlah warga setempat sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa di jalan rusak, yang menjadi perlintasan truk besar galian tanah tersebut, pada 17 Desember 2024.

Mereka melakukan aksi unjuk rasa, keberadaan galian tersebut berdampak terhadap aktivitas warga setempat, terutama merusak jalan lingkungan. 

Baca juga: Satpol-PP Lebak Bakal Tindak dan Tutup Galian Tanah yang Langgar Perda

Kerusakan jalan lingkungan diperkirakan sepanjang 1,5 kilometer ke akses jalan utama. 

Menurut pantauan TribunBanten.com di lokasi galian tanah tersebut pada Rabu (01/01/2025), sudah tidak lagi ada kegiatan operasi, bahkan alat berat juga sudah tidak ada. 

Namun, hanya terlihat jelas bekas galian tanah yang berlubang besar yang ditinggalkan pihak pengusaha. 

Jarak lokasi galian tanah tersebut diperkirakan hanya 10 meter dari permukiman warga setempat. 

 

 

Kepada TribunBanten.com, Abdul Rahman, warga setempat menyampaikan, kegiatan galian tanah di wilayahnya itu dimulai sejak Juli 2024. 

Namun, setelah didemo warga, galian tersebut tidak lagi beroperasi.

"Awalnya kami diam saja, karana kami menganggap bakal ada perbaikan. Tapi ternyata salah, malah jalan kami makin lama rusak parah pada akhirnya kami demo," ujarnya, saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/1/25). 

Ia mengaku, sempat lapor ke Polres Lebak, kepala Desa, Satpol-PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait kerusakan jalan itu, namun tidak pernah ada tanggapan. 

"Makanya kami demo, dan kami kemarin langsung ke Provinsi Banten untuk meminta penutupan galian tanah itu," ucapnya. 

"Apalagi ke desa, bukan satu dua kali kami melaporkan, cuma tidak pernah ditanggapi," sambungnya. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved