Niat Puasa Qadha Ramadan Bulan Rajab, Berikut Hukum dan Keutamaannya

Memasuki tahun baru 2025 M dan bulan Rajab 1446 H, umat Islam disarankan untuk memperbanyak ibadah puasa.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Memasuki tahun baru 2025 M dan bulan Rajab 1446 H, umat Islam disarankan untuk memperbanyak ibadah puasa. 

Ulama menyebutkan bahwa seseorang yang berpuasa pada hari-hari tertentu yang dianjurkan untuk berpuasa, seperti hari Arafah atau hari Kamis, tetap akan mendapatkan pahala dari kedua puasa yang dijalankan, meskipun niat puasa tersebut hanya mengarah pada satu jenis puasa saja.

Dengan demikian, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan dan ingin berpuasa sunnah Rajab, mereka diperbolehkan untuk menggabungkan kedua niat tersebut tanpa mengurangi pahala dari puasa sunnah Rajab.

Keistimewaan Bulan Rajab

Bulan Rajab Sebagai bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, Rajab juga termasuk dalam empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Menurut kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Rajab 1446 H akan jatuh pada hari ini Rabu, 1 Januari 2025, yang bertepatan dengan tahun baru Masehi.

Keutamaan bulan ini tidak hanya terletak pada peluang besar untuk beribadah, tetapi juga pada larangan untuk berbuat dosa yang diberlakukan secara ketat. 

Berikut ini adalah berbagai keistimewaan yang dimiliki bulan Rajab, serta amalan dan larangan yang perlu diketahui.

Keutamaan Bulan Rajab

1. Bulan Penuh Kebaikan

Rajab adalah waktu yang dipenuhi kebaikan. Berdasarkan penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), malam pertama bulan Rajab disebut sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Pada malam ini, Allah SWT mengabulkan doa umat-Nya. Selain itu, hadis Imam Syafi'i menambahkan bahwa doa juga dikabulkan pada malam-malam tertentu seperti malam Jumat, malam Iduladha, malam Idulfitri, dan malam Nishfu Sya’ban.

2. Bulan Isra Miraj

Rajab memiliki keistimewaan sebagai bulan di mana peristiwa Isra Miraj terjadi, yakni pada 27 Rajab yang kali ini jatuh pada Senin, 27 Januari 2025. Pada peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW menjalani perjalanan mulia dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu menuju Sidratul Muntaha dalam satu malam.

3. Larangan Berbuat Haram

Sebagai salah satu bulan haram, umat Islam dilarang melakukan perbuatan dosa selama bulan ini. Menurut Baznas, dosa yang dilakukan selama bulan Rajab akan dilipatgandakan, sementara perbuatan baik akan mendatangkan pahala yang lebih besar.

4. Bulan Taubat dan Ampunan

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved