Pagar Laut
DKP Kabupaten Serang Klaim Pagar Laut di Tanara Berbeda dengan Tangerang
Pagar laut misterius tidak hanya ditemukan di Tangerang, namun juga di wilayah perairan Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pagar laut misterius tidak hanya ditemukan di Tangerang, namun juga di wilayah perairan Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Diketahui, Desa Pedaleman memiliki wilayah perairan laut yang berbatasan langsung dengan Desa Muncung, Kecamatan Keronjo, Kabupaten Tangerang.
Laut di dua desa tersebut, dibatasi oleh aliran sungai Jenggot.
Baca juga: Anggaran Dana Desa Tahun 2025 di Kabupaten Serang Rp347,1 Miliar, Ini Rincian Setiap Desanya
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Serang, Rochyan Aglan, menyatakan pagar laut di Kabupaten Serang berbeda dengan temuan di Tangerang.
Ia mengatakan, pagar laut di perairan Kabupaten Serang lebih dekat ke arah darat.
"Perbedaannya adalah, kalau di wilayah Kabupaten Tangerang teritorialnya itu memang merupakan pancang-pancang bambu yang berderet panjang ke tengah ke laut, kemudian memanjang ke timur ke arah Pulau Cangkir," ujarnya kepada wartawan, usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi pemagaran, Kamis (30/1/2025).
"Sedangkan pagar yang ada di wilayah Kabupaten Serang, itu lebih ke arah lebih dekat dengan darat," jelasnya.
Namun, dirinya tetap mengakui terkait keberadaan pagar laut yang terpancang di wilayah perairan Kabupaten Serang.
"Kalau kita lihat ada memang, kita akui ada pagar-pagar yang ada di wilayah teritorial Kabupaten Tangerang sebelah timur, dan ada di pagar-pagar juga di wilayah Barat teritorial Kabupaten Serang," ucapnya.
Rochyan menuturkan, berdasarkan informasi dari nelayan pagar laut tersebut sengaja dibuat oleh nelayan, untuk menahan abrasi dari gelombang yang terus-menerus.
Selain itu, pagar laut dibuat untuk menahan sedimentasi tanah dari darat ke arah sungai atau muara.
Sehingga diharapkan dengan pemagaran itu juga sedimentasi menjadi terhenti sehingga kedalaman muara pun bisa terjaga.
"Akhirnya aktivitas nelayan dari darat ke arah laut kan semakin relatif lebih lancar," tuturnya .
"Di sisi yang lain daratan pun lebih terjaga dari abrasi, bahkan terlihat juga jelas ada tanaman-tanaman bakau," imbuhnya.
| 4 Tersangka Kasus Pagar Laut Tangerang Segera Diadili di PN Serang, Salah Satunya Kades Kohod |
|
|---|
| KKP Batal Bongkar Sisa Pagar Laut di Kohod Tangerang Hari Ini, Nelayan: Mohon Dipercepat! |
|
|---|
| Bareskrim Polri Akhirnya Tetapkan 9 Tersangka Kasus Pagar Laut di Tarumajaya Bekasi, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Rumah Kades Kohod Digeledah Bareskrim Polri, Pengacara Jelaskan Soal Mobil Rubicon Milik Arsin |
|
|---|
| Sosok Kholid Miqdar, Nelayan yang Lantang Suarakan Penolakan PIK 2, Ngaku Sering Dapat Ancaman! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/DKP-Kabupaten-Serang-Rochyan-Aglan.jpg)