LPG 3 Kg Langka

ESDM Banten Sebut Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram karena Libur Panjang

Dinas ESDM Banten tak menampik terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah yang ada di Tanah Jawara.

|
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Abdul Rosid
TribunTangerang/Ikhwana Mutuah Mico
WARGA MENGANTRE GAS - Dinas ESDM Banten tak menampik terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah yang ada di Tanah Jawara. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas ESDM Banten tak menampik terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah yang ada di Tanah Jawara.

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, kelangkaan gas elpiji subsidi tersebut terjadi di wilayah Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Lebak.

Di Kota Serang, warga harus rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. 

Baca juga: Buntut Aturan Baru, Warga di Serang Banten Harus Antre di Pangkalan Resmi Elpiji 3 Kg

Tak hanya itu, warga sudah berkeliling ke 3 pangkalan namun hasilnya nihil. 

Lantaran di pangakalan stok gas elpiji habis, salah satunya di pangakalan yang berlokasi di di Jalan Samaun Bakri, Kelurahan Cimuncang, Kota Serang.

"Di Banten terjadi kelangkaan karena mungkin banyaknya hari libur kemarin. Kemudian ada larangan gak boleh beli di pengecer," kata Sekretaris ESDM Banten, Ari James Paradi di kantornya, Senin (3/2/2025).

Ari mengaku sudah meminta ekstra doping atau penyaluran fakultatif untuk membantu pangkalan mendapat kuota lebih. 

Sebab Ari menyadari, kuota di pangakalan masih sangat rendah, khawatir tak mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Sebetulnya kita sudah antisipasi, supaya ada ekstra doping kalau hari libur untuk membantu pangkalan untuk mendapat kuota lebih," ujarnya.

Menurut Ari, larangan pemerintah untuk tak membeli gas elpiji 3 kilogram dari pengecer sudah tepat. 

Hanya saja, pola pendistribusian gas elpiji 3 kilogram ke pangkalan harus tepat.

"Yang harus diperbaiki adalah satu desa kebutuhan pangkalannya berapa. Terus jumlah kebutuhan masyarakat berapa," jelas Ari.

Ari mengungkapkan, suplai dari pertamina sudah memenuhi kuota gas elpiji di Provinsi Banten

Pada Januari-November 2024, Banten dapat jatah sebanyak 338.187 tabung.

Kemudian lanjut Ari, ada penambahan di bulan Desember menjadi 397.984 tabungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Jadi sebenarnya kalau untuk suplai sudah cukup bagus dari pertamina. Nah kalau kouta untuk tahun 2025, kita belum dapat tembusan," ungkap Ari.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved