Cerita TKW Asal Serang Banten yang Disiksa Majikan di Arab, Diberi Makan 4 Hari Sekali

Kisah tragis harus dialami Maesaroh (42, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Koperasi, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Dok/pribadi
Momen Maesaroh (42), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Koperasi, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten saat berkumpul dengan keluraga, Kamis (20/2/2025). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kisah tragis harus dialami Maesaroh (42,  pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Koperasi, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

Ibu empat anak tersebut, mengaku sering tidak diberi makan oleh majikannya selama bekerja di Arab Saudi, hingga jatuh sakit.

Bahkan, dirinya pernah mendapatkan perlakuan kasar berupa pemukulan dari anak majikannya.

Baca juga: TA DPR Sarifah, Kawal Kepulangan PMI Asal Serang Banten yang Disiksa di Arab Saudi

Alih-alih mendapatkan perawatan karena kondisinya sakit, Maesaroh justru diisolasi oleh sang majikan di Sarikah Smasco.

Di tempat isolasi tersebut kondisinya makin parah, ia bersama PMI lainnya hanya diberi makan empat hari sekali. Dan hanya makan makanan bekas.

"Di tempat isolasi itu ramai bukan saya aja, di sana hp kami ditahan dan jarang dikasih makan. Kalau pun makan itu makan makanan bekas empat hari sekali," ujarnya kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Jumat (21/2/2025).

"Padahal saya itu sering vertigo dan sakit lambung, sampai keluar keringat dingin ketika telat makan. Tapi masih aja dipaksa untuk kerja sama majikan," sambungnya.

Ia mengaku, tidak tahu jika jalur yang digunakannya untuk bekerja di luar negeri merupakan jalur ilegal.

"Awalnya saya tanyain ke sponsor resmi atau enggak, terus katanya (sponsor) resmi," ucapnya.

"Tapi saya heran memang kalau resmi kok diselundupin, jadi tidak semua gitu berangkatnya malah per lima orang diselundupin," jelasnya.

"Jadi pas di perjalanan ilegal, tapi setelah tiba di Sarikah Smasco resmi. Soalnya kan ada igomahnya," kata Maesaroh.

Ia mengatakan, dirinya berangkat ke Arab Saudi menggunakan sponsor Ade Solihin.

"Yang di kampung ibu Halimah, yang di Jakarta Ade Solihin. Tapi dua-duanya tidak tanggung jawab," tuturnya.

"Karena setelah saya mendapat perlakuan tidak baik di Arab Saudi, yang di kampung nyuruh saya kabur ke KBRI, terus kalau Ade Solihin mah blokir nomor saya. Udah gak tanggung jawab sama sekali sponsornya," jelas Maesaroh.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved