Apdesi Provinsi Banten Dukung Program KopDes Merah Putih, Ini Penjelasannya

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Banten, mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KopDes Merah Putih).

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
TribunPalu.com
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Banten, mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KopDes Merah Putih). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Banten, mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KopDes Merah Putih). 

Sekertaris Apdesi Provinsi Banten, Rafik Rahmat Taufik menilai, adanya program KopDes Merah Putih akan membantu perputaran ekonomi di desa dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada. 

"Awalnya kami skeptis, cuma stelah mendengarkan kejelasan dari dua Menteri Pusat waktu itu, ternyata konsepnya sangat bagus dan kami mendukung," ujarnya dalam sambungan telepon, Kamis (13/3/2025).

Baca juga: Kata Kades di Lebak Banten Terkait Rencana Program KopDes Merah Putih yang Dibuat Presiden Prabowo

"Jadi nanti program ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa," sambungnya. 

Kepala Desa Bayah Timur itu mengungkapkan, KopDes Merah Putih tidak akan dibebankan pada keuangan APBDes. 

Melainkan akan diberikan modal dari pemerintah Pusat, kurang lebih sebesar Rp4 - Rp5 miliar per masing-masing desa. Meskipun secara juklak juknis belum dibahas secara rinci. 

"Nah pendanaan nya akan dibantu oleh Pusat, dengan sistem pinjam. Nanti sistem pembayarannya dicicil 30 persen dari keuntungan KopDes Merah Putih itu," katanya. 

"Jadi ke depan, bakal ada lonjakan ekonomi cepat di sini, karena desa diberikan modal Rp4 - Rp5 miliar untuk meningkatkan potensi yang ada di desa".

"Contohnya sektor pertanian, pupuk dan alat pertanian. Bahkan kemarin juga Pak Menkop menyampaikan, bisa juga koperasi digunakan bisnis pertambangan, asalkan sesuai dengan kaidah aturan," sambungnya.

Menurut Rafik, pemerintah pusat dalam ini berkeinginan membangun Indonesia melalui desa, dengan memberikan pinjaman modal ke masing-masing desa. 

"Sederhananya, desa dipinjamkan uang untuk diusahakan oleh para kepala desa, agar mampu berinovasi membangun desa dan rakyatnya," ujaranya. 

"Cuma kembali lagi ke kepala desanya masing-masing, kalau mampu memaksimalkan anggaran itu, desa akan begitu cepat maju. Tapi kalau ada kepala desa nya hanya memanfaatkan situasi dan kepentingan pribadi ini jadi masalah," sambungnya. 

Rafik mengatakan, KopDes Merah Putih akan dibiayai melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau Bank BUMN. 

Bahkan, kata Rafik, desa tidak akan selamanya bergantung terhadap pinjaman modal dari pemerintah Pusat, ketika desa sudah memiliki keuntungan dari KopDes Merah Putih tersebut. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved