APDESI Minta Gubernur Banten Tinjau Ulang Soal Program Tiga Sarjana Satu Desa, Ini Alasannya
APDESI Provinsi Banten, Rafik Rahmat Taufik minta Gubernur Banten meninjau kembali terkait program tiga sarjana satu desa.
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sekertaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Banten, Rafik Rahmat Taufik minta Gubernur Banten meninjau kembali terkait program tiga sarjana satu desa.
Rapik mengatakan, program tiga sarjana satu desa tersebut dinilai terlalu memberatkan desa, dikarenakan pembiayaan dibebankan kepada Bantuan Provinsi (Banprov).
"Jadi kami harap tiga sarjana satu desa ditinjau ulang. Karena masih ada skala prioritas lain di desa yang berharap ke anggaran Banprov ini," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/5/2025).
Baca juga: Beasiswa Full Sarjana Mampu Tekan Angka Pengangguran di Cilegon Banten
Rapik mengungkapkan, anggaran Banprov sekarang ini sebesar Rp 100 juta, namun dipotong 50 persen untuk program tiga sarjana satu desa tersebut.
Terlebih jika anggaran itu dibagi-bagi, maka kebutuhan desa mengalami kekurangan.
Dari Banprov Rp 100 juta, untuk operasional BPD dan Pemdes Rp 10 juta, pembuatan akta KopDes Merah Putih Rp 2,5 juta, pernyataan modal BUMdes Rp 10 juta dan rehab kantor desa Rp 16,5 juta.
"Nah 50 persen dari Rp 100 juta itu untuk tiga sarjana satu desa. Maka ini harus ditinjau ulang lagi. Mengingat Banprov kita masih kurang," ujarnya.
Rafik mangku sangat mendukung adanya program Gubernur Banten Andra Soni tersebut.
Akan tetapi, APDESI berharap angaran Banprov ditambah lagi menjadi Rp 300 juta per desa.
"Konsepnya luar biasa bagus, dan kami sangat mengapresiasi. Tapi besaran Banprov cuma Rp 100 juta."
"Apakah sebaiknya satu orang saja dulu, nanti tahun depan, Banprovnya sudah Rp 300 juta baru mulai," ujarnya.
"Saya kira itu baru maksimalkan Jangankan tiga, lima juga kita siap kalau sudah cukup," sambungnya.
Rapik merinci dari tiga sarjana, nantinya akan mendapatkan bantuan masing-masing berupa living cost senilai Rp 12 juta pertahun dan Rp 5 juta untuk biaya per semester.
"Jadi bantuan ini diberikan selama empat tahun kepada mahasiswa, sampai mereka lulus,” katanya.
| Profil Siti Julaiha, Politisi Asal Lebak Kini Jabat Ketua DPW PPP Banten |
|
|---|
| Profil Lengkap Ajat Sudrajat, Ketua Apdesi Lebak dan Kades Dua Periode di Citorek Tengah |
|
|---|
| Muktamar Mathla’ul Anwar hingga Final Liga 4, Ini Agenda Andra Soni & Dimyati Sabtu Ini |
|
|---|
| Skema Pembayaran Program Sekolah Gratis di Banten Dinilai Bermasalah, DPRD Desak Evaluasi |
|
|---|
| BREAKING NEWS! Gugatan Tukang Ojek di Pandeglang ke Gubernur Berakhir, Tuntutan Rp100 M Dikabulkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Sekertaris-APDESI-Provinsi-Banten.jpg)