Intip Besaran Gaji Eks Marinir TNI AL yang Viral Jadi Tentara Rusia

Sejak beberapa hari terakhir, viral seorang mantan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (AL) kini menjadi anggota militer Rusia dan bertugas dalam peran

Editor: Ahmad Tajudin
Tangkapan layar akun TikTok @zstorm689
TNI - Viral, video eks Marinir menjadi tentara Rusia setekah dipecat dari TNI AL. 

TRIBUNBANTEN.COM - Seorang mantan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang kini telah menjadi anggota militer Rusia dan bertugas dalam perang di Ukraina, viral di media sosial.

Pria yang diketahui eks prajurit TNI AL ini bernama Satria Arta Kumbara itu viral sejak beberapa hari terakhir.

Awal mula Satria viral, setelah beredarnya sebuah foto pria yang mengaku mantan prajurit Marinir TNI AL di media sosial, di mana dirinya kini bergabung menjadi anggota militer Rusia

Foto tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial dan menuai pro kontra.

Diketahui, eks prajurit TNI AL ini sebelum menjadi tentara di Rusia, Ia merupakan anggota Itkormar berpangkat bintara. 

Baca juga: Viral Mantan Marinir Jadi Tentara Bayaran di Rusia, TNI AL Ungkap Fakta Mengejutkan

Dalam unggahan terbarunya, Satriya Arta Kumbara membantah jika ia merupakan tentara bayaran (mercenary) Rusia

Dia mengaku, direkrut secara resmi hingga bergabung menjadi tentara Rusia untuk berperang di garda terdepan melawan Ukraina.

Tak dijelaskan lebih lanjut, apakah Satriya Arta Kumbara masih memegang paspor WNI atau sudah resmi berganti kewarganegaraan Rusia

Berapa gaji legiun asing di Rusia?

Rusia merekrut warga negara dari beberapa negara, terutama dari belahan bumi selatan untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina, dengan tawaran beberapa insentif lainnya seperti status kewarganegaraan.

Misalnya dalam sebuah wawancara dengan DW, media asal Jerman, seorang pemuda berusia 21 tahun warga Sri Lanka, ditawari kontrak sebagai tentara dari Kementerian Pertahanan Rusia melalui pihak ketiga, dengan upah 2.300 dollar AS atau setara dengan Rp 21,47 juta per bulannya.

Setelah dua bulan bertugas di pedalaman, ia dikirim ke pinggiran kota Donetsk, Ukraina, yang diduduki Rusia.

Baca juga: Klarifikasi Pak Tarno, Usai Dituding Mengemis di Kota Tua Viral di Media Sosial

"Saya memberi tahu komandan bahwa saya ingin kembali ke Sri Lanka, tetapi ia mengatakan hal itu tidak mungkin, dan bahwa menurut kontrak, saya akan menghadapi hukuman 15 tahun penjara di Rusia jika saya melarikan diri," kata pemuda itu kepada DW.

Ia menambahkan bahwa, di unitnya, ada juga warga negara Nepal, India, Kirgistan, dan Tajikistan.

Kantor berita Bloomberg, mengutip pejabat Eropa, menulis bahwa Rusia juga telah mengirim ribuan pekerja migran dan mahasiswa asing untuk bergabung dengan tentara Rusia guna berperang melawan Ukraina.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved