2 Opsi Jalur Trase MRT Tangsel Masuk Kajian, Selatan Lewat Pondok Cabe, Utara Lewat Pondok Aren

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyampaikan, terdapat dua opsi trase yang dipilih dalam kajian tersebut

Penulis: Ade Feri | Editor: Wawan Perdana
KOMPAS
MRT-Foto Ilustrasi Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Depo Lebak Bulus, Jakarta, yang resmi diberi nama Ratangga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin 10 Desember 2018. Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, masuk dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANGSELATAN-Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dipastikan akan segera terwujud.

Saat ini pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, telah masuk dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS).

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyampaikan, terdapat dua opsi trase yang dipilih dalam kajian tersebut.

"PT MRT Jakarta sedang melakukan fisibily study (FS) terkait penetapan jalur trase yang mana yang dipilih, antara trase Utara ataupun trase Selatan," ujarnya, Jumat (20/6/2025).

"Kalau trase Selatan itu yang lama ya Pondok Cabe, Ciputat, sampai ke Serpong," sambungnya.

"Kalau yang trase yang baru itu melalui Pondok Aren lalu Serpong," jelasnya.

Pilar menuturkan, panjang trase tersebut direncanakan mencapai sekitar 16 kilometer. 

Adapun untuk biayanya, diperkirakan lebih dari Rp 200 miliar per kilometer.

"Tapi anggaran itu hanya diperkirakan untuk konstruksi struktur jalan layang, sistem MRT, dan teknologi pendukung," tuturnya.

"Jadi belum termasuk biaya pembebasan lahan yang kemungkinan bisa menambah biaya," imbuhnya.

Baca juga: Update Pembangunan MRT Tangsel ke Jakarta, Masuk PSN, Dua Opsi Jalur Dalam Proses kajian

Adapun terkait skema pendanaan kata Pilar, terdapat kemungkinan kolaborasi dengan pihak swasta, khususnya bila trase melewati kawasan seperti Bintaro atau BSD.

"Jadi nanti skemanya dengan swasta itu bisa pakai opsi hibah. Misal kalau lewat Utara Bintaro skemanya apakah memberikan hibah lahan atau BSD," katanya.

Namun jika trase melintasi wilayah-wilayah yang dimiliki oleh Pemkot Tangsel, Pilar menyebut, pihaknya juga membuka opsi pemanfaatan aset milik pemerintah daerah.

"Semuanya nanti kita bicarakan tergantung hasil FS nya. Kami juga masih menunggu dalam waktu yang dekat arahan dari Pemprov Banten, dan juga PT MRT terkait kelanjutannya," ucapnya.

"Tapi yang pasti ini dibangun, karena kan harusnya sudah masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN)," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved