Warga AS Tewas Dipukuli Pemukim Israel di Tepi Barat, Ini Langkah Trump

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut pembunuhan Sayfollah Musallet, warga negara AS, sebagai tindakan kriminal dan teroris

Tayang:
Editor: Ahmad Haris
YouTube The White House
DONALD TRUMP - Foto ini diambil dari YouTube The White House pada Rabu (5/3/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi isyarat ketika sejumlah warga AS memberikan ucapan terima kasih pada Selasa (4/3/2025). Pada 16 Juli 2025, Trump dikabarkan akan mengadakan pertemuan mengenai warga AS yang tewas dipukuli pemukim Israel di Tepi Barat.  

TRIBUNBANTEN.COM - Tewasnya Sayfollah Musallet, warga negara AS yang dipukuli hingga tewas oleh pemukim Israel di Tepi Barat, mendapat sorotan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.  

Donaldt Trump mengatakan, ia akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis mengenai 

Sementara itu, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut pembunuhan itu sebagai tindakan kriminal dan teroris.

Baca juga: Update Kabar Gaza Palestina: Warga AS Tewas Dipukuli Pemukim Israel di Tepi Barat

"Saya telah meminta Israel untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan Sayfollah Musallet, seorang warga negara AS yang sedang mengunjungi keluarganya di Sinjil (Tepi Barat) ketika ia dipukuli hingga tewas," kata Mike Huckabee di X, Rabu (16/7/2025).

"Harus ada pertanggungjawaban atas tindakan kriminal dan teroris ini," lanjutnya.

Kedutaan Israel belum memberikan komentar, sementara militer Israel sedang menyelidiki insiden tersebut, seperti diberitakan Al Jazeera.

Sebelumnya sejak 4 Juni, Sayfollah Musallet melakukan perjalanan dari rumahnya di Tampa, Florida untuk mengunjungi keluarganya di Tepi Barat.

Ia meninggal dunia karena dipukuli dengan parah oleh pemukim Israel pada Jumat (11/7/2025) malam di Sinjil, utara Ramallah, Tepi Barat.

Keluarganya di Tampa terpukul atas kematian Sayfollah Musallet.

"Kami sangat terpukul karena Saif Allah Muslat tercinta kami dipukuli secara brutal hingga tewas oleh pemukim Israel saat melindungi tanah keluarganya dari para pemukim yang mencoba merebutnya," kata keluarga dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (12/7/2025).

"Petugas medis berusaha menghubunginya selama tiga jam sebelum saudaranya berhasil memindahkannya ke ambulans, tetapi dia meninggal sebelum mencapai rumah sakit," lanjutnya.

Setelah kematian tragis putranya, ayah Musallet, Kamil Musallet menuntut keadilan dan mendesak pemerintah AS untuk bertindak.

"Kami menuntut keadilan terhadap para teroris pemukim ini," ujar Kamil Musallet, seperti diberitakan CNBC.

Sayfollah Musallet dimakamkan pada hari Minggu (13/7/2025) di Tepi Barat.

Pemakamannya dihadiri oleh teman dan keluarganya, termasuk ayahnya yang bergegas terbang dari Florida ke Tepi Barat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved