Masuk Indeks Bergengsi MSCI, Dua Saham RI Ini Buktikan Pengakuan Terhadap Performa di Pasar Saham

Kabar gembira untuk dua emiten asal Tanah Air, yang masuk dalam catatan penting bagi pergerakan modal asing di pasar domestik. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ahmad Tajudin
Kompas.com
Dalam pengumuman yang dirilis Jumat (8/8/2025), MSCI memasukkan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari Grup Sinarmas, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu ke dalam MSCI Global Standard Indexes.  

TRIBUNBANTEN.COM - Kabar gembira untuk dua emiten asal Tanah Air, yang masuk dalam catatan penting bagi pergerakan modal asing di pasar domestik. 

Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah resmi merilis hasil tinjauan Indeks MSCI periode Agustus 2025.

Dalam pengumuman yang dirilis Jumat (8/8/2025), MSCI memasukkan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari Grup Sinarmas, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu ke dalam MSCI Global Standard Indexes. 

Masuknya dua saham ini menandakan pengakuan terhadap performa dan skala mereka di pasar, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan aliran dana dari investor institusi global.

Baca juga: Dewa United Banten FC Target Menang Lawan Malut United di Kandang Baru, Banten Internasional Stadium

Namun, kabar itu juga disertai catatan pahit bagi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADRO) yang harus keluar dari indeks global dan turun ke daftar MSCI Small Cap Indexes.

Meski demikian, ADRO tidak sendiri.

Lima saham baru justru ditambahkan ke indeks Small Cap, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Sebaliknya, dua saham, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Panin Financial Tbk (PNLF), harus tersingkir dari kelompok Small Cap.

MSCI menegaskan seluruh perubahan ini akan berlaku pada penutupan perdagangan 26 Agustus 2025 dan efektif sehari setelahnya.

Tinjauan berikutnya dijadwalkan pada 5 November 2025, yang akan berlaku mulai 25 November 2025.

Pengamat pasar modal sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy mengatakan, saham emiten Indonesia yang masuk keanggotaan dalam indeks MSCI membawa keuntungan tersendiri.

"Jika ada saham-saham kita yang masuk indeks, investor institusi asing akan langsung mengoleksinya," katanya kepada Kompas.com awal pekan ini.

Apa itu MSCI Index?

MSCI Index (Morgan Stanley Capital International) adalah kumpulan indeks saham yang dibuat oleh lembaga riset keuangan MSCI Inc. untuk melacak dan mencerminkan pergerakan harga saham di berbagai negara dan kawasan.

Baca juga: Pedagang yang Tolak Transaksi Pakai Uang Receh Bisa Kena Sanksi, BI Banten: Sanksinya Tak Main-main

Pertama kali diluncurkan pada 1969, kini indeks ini mencakup lebih dari 70 negara dan menjadi tolok ukur utama bagi manajer investasi global yang mengelola triliunan dolar AS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved