Penjelasan Apa Itu Santri dan Pesantren, dan Perbedaanya Antara Salafi dan Modern
Santri adalah sebutan untuk seseorang yang menuntut ilmu agama Islam di pesantren tradisional atau modern di Indonesia.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM - Santri dan pesantren. Bagi Indonesia, khususnya yang berada Islam, tentu sudah tidak asing dengan dua kata tersebut.
Santri adalah sebutan untuk seseorang yang menuntut ilmu agama Islam, terutama di pesantren—lembaga pendidikan tradisional Islam di Indonesia.
Santri adalah murid, atau pelajar yang belajar agama Islam di bawah bimbingan seorang kyai di pondok pesantren.
Baca juga: Dua Santri Indonesia Sukses Raih Medali Emas Kempetisi Robotik Internasional di Korsel
Sementara pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia, tempat para santri (murid) belajar ilmu agama Islam secara intensif di bawah bimbingan seorang kyai atau ustaz.
Secara sederhana, pesantren adalah tempat pendidikan dan pembinaan keislaman yang berbasis asrama, di mana para santri tinggal dan belajar dalam satu lingkungan, biasanya dipimpin oleh seorang kyai atau ustaz.
Jenis-jenis Santri
Ada beberapa jenis santri tergantung pola tinggal dan belajarnya:
- Santri Mukim, biasanya tinggal penuh di pondok pesantren (mondok) dan ikut seluruh kegiatan.
- Santri Kalong, biasanya tidak menetap di pesantren, hanya datang belajar (biasanya pulang ke rumah).
- Santri Modern, biasanya belajar agama dan juga pelajaran umum (IPA, Matematika, dsb.)
- Santri Salaf, biasanya fokus belajar kitab-kitab klasik saja, tidak ada pelajaran umum.
- Santri Tahfidz, biasanya fokur belajar menghafal dan memahami Al Quran.
Tujuan Menjadi Santri
Santri belajar untuk:
- Memperdalam ilmu agama (fikih, tauhid, akhlak, tafsir, dll).
| Jadwal Voli Nasional dan Internasional 2026: Proliga, AVC, hingga Asian Games |
|
|---|
| Optimis Tahun 2026, Dirut BRI Tegaskan Transformasi dan Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang |
|
|---|
| Daftar Enam Saham Lepas Suspensi dan Masuk FCA, Siap Diperdagangkan per 2 Januari 2026 |
|
|---|
| Sepanjang 2025, Ada 48 Kasus Pekerja Migran Indonesia Asal Banten Bermasalah, 5 Orang Meninggal |
|
|---|
| Ayu Aulia Pamer Daftar Susunan Pengurus GBN-MI, Ada Atta Halilintar, Kevin Aprilio dan Ferry Irawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Santriwan-Pesantren-La-Tansa.jpg)