Berita Pemkot Tangsel
Waspada Musim Pancaroba, Dinkes Tangsel Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Menular
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit menular
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit menular selama musim pancaroba yang mulai terjadi.
Kepala Dinkes Tangsel, dr Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, kondisi perubahan cuaca yang tidak menentu, mulai dari hujan yang disertai panas terik dalam waktu singkat hingga meningkatnya kelembapan udara, dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit menular maupun penyakit berbasis lingkungan.
“Berdasarkan hasil pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) hingga Minggu Epidemiologi ke-19 Tahun 2026, terdapat beberapa penyakit yang mengalami peningkatan dan perlu diwaspadai masyarakat,” ujarnya kepada TribunBanten.com, melalui pesan whatsapp, Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan pemantauan tersebut, lanjut Allin, terdapat beberapa penyakit yang mengalami peningkatan di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Influenza Like Illness (ILI), pneumonia, diare akut, disentri, suspek dengue, suspek demam tifoid, hingga Hand Foot and Mouth Disease (HFMD).
Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Gudang Kayu di Pondok Aren Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 500 Juta
Menurutnya, kasus suspek HFMD mengalami peningkatan signifikan dalam enam minggu terakhir dan telah ditemukan di seluruh kecamatan di Kota Tangerang Selatan.
"Selain itu, kasus suspek dengue juga masih perlu diwaspadai mengingat Kota Tangerang Selatan saat ini berada pada level sedang berdasarkan Kalender Hazard pada bulan Mei 2026," katanya.
Allin menjelaskan, kondisi lingkungan yang lembap serta adanya genangan air akibat hujan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti sebagai penular penyakit dengue.
Sementara itu, perubahan suhu dan kualitas udara juga disebut dapat memicu peningkatan penyakit saluran pernapasan seperti ISPA, influenza, dan pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta.
Sebagai langkah antisipasi, kata Allin, pihaknya telah melakukan penguatan surveilans penyakit, monitoring laporan SKDR secara rutin, dan koordinasi lintas sektor.
"Termasuk edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit menular juga terus kita lakukan," katanya.
Dirinya pun mengimbau masyarakat, untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk pilek berkepanjangan, sesak napas, diare, muntah, muncul ruam pada kulit, maupun tanda dehidrasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit selama musim pancaroba dengan menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
| Pemkot Tangsel Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Kehadiran Taman Ciputat Timur |
|
|---|
| Dorong Kemandirian Kesehatan Warga, Dinkes Tangsel Jadikan Posyandu Pusat Edukasi Tanaman Obat |
|
|---|
| Helita “Tangsel One” Resmi Diluncurkan, 441 Layanan Publik Siap Diakses dalam Satu Platform |
|
|---|
| Cegah Kecurangan SPMB 2026, Pemkot Tangsel Perkuat Sistem dan Libatkan Kominfo |
|
|---|
| Cegah Bullying di Sekolah, Pemkot Tangsel Perkuat Peran Satgas dan Guru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/KADINKES-Kepala-Dinkes-Tangsel-dr-Allin-Hendalin-Mahdaniar-d.jpg)