Kisah Epi Ojol Wanita di Serang Banten, Cari Orderan hingga Larut Malam Demi Sekolahkan 2 Anaknya

Kisah hiudp Epi, ojol wanita di Kota Serang yang banting tulang demi membiayai hidup kedua buah hatinya.

Editor: Abdul Rosid
Misbahudin/TribunBanten.com
Kisah hiudp Epi, ojol wanita di Kota Serang yang banting tulang demi membiayai hidup kedua buah hatinya. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sudah empat tahun ini Epi menggeluti profesi ojek online (ojol) di Kota Serang.

Perempuan berusia 29 tahun ini mengaku terpaksa menjadi ojol demi menghidupi kedua buah hatinya.

Tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga ia ambil itu, usai berpisah dengan suaminya.

Baca juga: KPU Kota Serang Siapkan TPS Ramah Penyandang Disabilitas pada Pilkada 2024

"Saya harus tegar dan kuat karena ingin melihat masa depan anak-anak," kata Epi saat ditemui di pangkalan ojol Ciceri, Kota Serang, Selasa (15/10/2024).

Warga Taktakan, Kota Serang, ini merupakan perantau dari Padang.

Epi memboyong kedua anaknya yang masih SD dan TK ke Kota Serang, setelah berpisah dengan suaminya.

“Biar saya nafkahi dan saya didik sendiri,” ucapnya.

Dari pekerjaannya menjadi pengemudi ojol, Epi rata-rata memperoleh pendapatan di bawah Rp 100.000.

Pendapatan yang diperolehnya itu, kata Epi, belum termasuk biaya membeli bahan bakar kendaraan.

Serta kuota internet, agar ponselnya tetap tersambung internet.

Meski pendapatan minim, dia lebih memilih menjadi pengemudi ojol dibandingkan menganggur.

“Kalau tidak bekerja, bagaimana kita mau memberikan uang jajan dan sekolah anak?” ujarnya.

Bagi perempuan berkerudung hitam ini, mencari rezeki tidak mengenal kata lelah dan batas waktu. 

Bahkan, Epi mengaku sering menjadi pengemudi ojol hingga larut malam.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved