25 Rumah Warga Terdampak Longsor di Cikeusal Kabupaten Serang

Bencana longsor terjadi di bantaran anak Sungai Ciujung, tepatnya di Sungai Cisangu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. 

Tayang:
TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah saat memberikan bantuan paket sembako secara simbolis kepada warga Kecamatan Cikeusal, Kabupaten yang terdampak bencana longsor. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bencana longsor terjadi di bantaran anak Sungai Ciujung, tepatnya di Sungai Cisangu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. 

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 25 rumah warga terdampak, dengan tiga rumah mengalami kerusakan paling parah hingga sebagian bangunan hilang terseret longsor.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, saat meninjau langsung lokasi bencana, mengatakan longsor terjadi di wilayah permukiman warga yang berada di pinggiran sungai.

Kedalaman longsoran diperkirakan mencapai sekitar delapan meter.

"Posisi rumah warga memang berada di pinggiran anak Sungai Ciujung, yaitu Sungai Cisangu. Tadi saya melihat langsung kondisi di lapangan, longsornya cukup dalam, kurang lebih sekitar delapan meter. Dampaknya sangat luas, bahkan ada rumah yang setengah bangunannya habis terkena longsor," katanya kepada TribunBanten.com, Selasa, (6/1/2025).

Baca juga: Motif Pembunuhan Anak Politisi PKS di Rumah Mewah Cilegon, Pelaku Akui Terdesak Utang Akibat Kripto

Ia menyampaikan, dari total 25 rumah terdampak, tiga di antaranya mengalami kerusakan paling parah.

Namun hingga saat ini, baru satu keluarga yang bersedia direlokasi ke tempat yang lebih aman.

"Yang paling parah itu ada tiga rumah. Tapi yang sudah direlokasi baru satu warga, karena memang baru satu yang bersedia dipindahkan," ujarnya.

Untuk sementara, Pemerintah Kabupaten Serang melakukan relokasi darurat bagi warga terdampak.

Salah satu warga Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, bersedia meminjamkan rumahnya sebagai tempat tinggal sementara bagi korban longsor.

"Alhamdulillah ada warga dari Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk relokasi sementara," ungkapnya.

Terkait penanganan jangka panjang, Ratu Zakiyah menegaskan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), mengingat Sungai Cisangu merupakan wilayah kewenangan BBWSC3 yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Baca juga: Kapan Awal Puasa Ramadhan 2026 di Indonesia? Muhammadiyah Sudah Tetapkan Tanggalnya

"Untuk penanganan lebih lanjut, kita akan terus berkoordinasi dengan BBWSC3 karena sungai ini merupakan kewenangan mereka. Kalau langsung dibangunkan rumah tentu harus ada lahan terlebih dahulu, dan itu perlu koordinasi dengan BBWSC3 serta kementerian terkait," jelasnya.

Menurutnya, relokasi permanen tidak bisa dilakukan secara cepat karena harus melalui proses perencanaan, penyediaan lahan, serta koordinasi lintas instansi.

Oleh karena itu, langkah yang diambil saat ini adalah mitigasi risiko guna memastikan keselamatan warga.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved