Pramono Ulurkan Tangan ke Gubernur Banten, Siap Bantu Angkut Sampah Tangsel
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menawarkan bantuan kepada Gubernur Banten, Andra Soni untuk mengatasi maslah sampah di Tangerang Selatan.
TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menawarkan bantuan kepada Gubernur Banten, Andra Soni.
Tawaran bantuan tersebut untuk mengatasi permasalah sampah di Tangerang Selatan.
Pramono mengatakan, dirinya dengan lapang dada siap mengangkut sampah di Tangerang Selatan.
Hal itu diucapkan Pramono secara langsung saat keduanya hadir dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama PT MRT Jakarta dan para pengembang terkait Studi Potensi Kontribusi MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 (Kembangan–Balaraja), Rabu (4/2/2026).
Baca juga: 65 Persen Sampah Tangsel dari Rumah Tangga, Benyamin Targetkan 20 Ribu Biopori
“Pak Gubernur, kalau sampahnya Tangerang Selatan belum bisa diatasi, saya bantuin, saya angkutin. Ini pembicaraan saya dengan Pak Gubernur,” ucap Pramono, Rabu.
Diakui Pramono persoalan yang dihadapi Jakarta dan Banten akan lebih mudah diselesaikan apabila ditangani secara bersama-sama. Menurut dia, kerja sama lintas wilayah menjadi kunci dalam menghadapi masalah perkotaan, termasuk soal pengelolaan sampah.
“Persoalan yang ada, baik di Jakarta dan Banten ini kalau kita tangani bersama pasti memecahkannya lebih gampang,” kata dia.
Terkait mekanisme bantuan tersebut, Pramono menjelaskan Jakarta siap membantu mengangkut tumpukan sampah, terutama dari sisi transportasi.
Menurut dia, Jakarta memiliki alat pengangkut sampah yang mumpuni, yang dapat dimanfaatkan pemerintah Tangerang Selatan.
“Saya membayangkan kalau memang problemnya adalah transportasi, tentunya Jakarta akan punya alat transportasi yang bisa digunakan,” kata Pramono.
Sementara untuk urusan lokasi dan pengelolaan akhir, sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Mengenai pembuangannya, ya tentunya sepenuhnya kewenangan dari Tangerang Selatan. Jadi intinya begini, kami ingin untuk saling mengisi,” ucap Pramono.
Diketahui, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah memperpanjang status darurat penanggulangan sampah hingga Senin (19/1/2026).
Selama masa darurat, satuan tugas fokus menangani tumpukan sampah di sejumlah titik.
Status darurat itu terjadi seiring dengan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang mengalami kelebihan kapasitas.
Padahal, TPA Cipeucang adalah satu-satunya tempat penampungan sampah akhir bagi seluruh warga Tangsel.
Pemkot Tangsel menyiasatinya melalui kerja sama dengan Kota Serang, dengan membuang sampah dari wilayahnya ke TPA Cilowong.
Pemkot Tangsel juga mengirim sampah dari wilayahnya ke TPA yang dikelola PT Aspex Kumbong di Cileungsi, Kabupaten Bogor, dengan membayar Rp 90 juta per hari.
| Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Menuai Polemik, DPRD Buka Opsi Hak Angket |
|
|---|
| Waspadai Penyakit Menular, Pemkot Tangsel Kerahkan 108 Pengawas Hewan Kurban |
|
|---|
| Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Tangerang Raya Hari ini, Selasa 19 Mei 2026 |
|
|---|
| Jadwal dan Agenda Gubernur Banten Hari Ini, Selasa 19 Mei 2026 |
|
|---|
| Terjebak di Lantai 3 Usai Stroke Mendadak, Warga Tangsel Dievakuasi Damkar Lewat Tangga Sempit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/PRAMONO-ANUNG-TRIBUN.jpg)