BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Petir, Dampak Sirkulasi Siklonik di Barat Daya Banten

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir akibat sirkulasi siklonik di barat daya Banten dan Laut Banda.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang disertai petir di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Banten 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang disertai petir di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Banten, akibat kemunculan sirkulasi siklonik di perairan barat daya Banten.

Fenomena atmosfer tersebut terpantau berada di Samudra Hindia dan memicu peningkatan signifikan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya. 

Kondisi ini berdampak pada meluasnya potensi cuaca ekstrem, terutama di sepanjang daerah pertemuan massa udara atau konvergensi.

Prakirawan BMKG, Masayu, menjelaskan bahwa selain di barat daya Banten, sirkulasi siklonik juga terdeteksi di wilayah Laut Banda. 

Baca juga: Breaking News, Menyusul Lebak, Hari Ini 19 Truk Dibagikan ke Koperasi Merah Putih di Pandeglang

Kehadiran dua sistem ini memperkuat daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga Papua Barat.

Sirkulasi siklonik adalah pusaran angin bertekanan rendah yang menarik massa udara dan uap air di sekitarnya, seringkali memicu pertumbuhan awan konvektif yang signifikan. 

Fenomena atmosfer ini menyebabkan cuaca buruk, konvergensi (pertemuan angin), dan hujan lebat hingga sangat lebat. 

Sirkulasi ini sering terbentuk di perairan hangat Indonesia dan dapat menyebabkan hujan ekstrem, angin kencang, serta gelombang tinggi.

"Sistem sirkulasi siklonik ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitarnya, serta memperkuat daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga Papua Barat," ujar Masayu dalam siaran daring di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Potensi hujan lebat di Jawa Barat dan sekitarnya

Berdasarkan pantauan BMKG, daerah konvergensi saat ini terpantau memanjang dari Samudra Hindia di barat Lampung hingga ke selatan Jawa Barat. 

Kondisi serupa juga terjadi dari Laut Maluku hingga Laut Banda, yang memperluas cakupan area terdampak hujan.

Dinamika atmosfer ini diprakirakan akan memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah provinsi di Pulau Jawa dan Sulawesi. 

Wilayah yang masuk dalam zona peringatan dini meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, hingga Maluku. 

Selain curah hujan yang tinggi, BMKG juga mengeluarkan peringatan terhadap potensi hujan disertai petir yang diprakirakan akan melanda sejumlah kota besar, termasuk Bandung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved