Demo Ricuh di Mapolda Banten Hari Ini, Simulasi Pengamanan Hari Buruh 2026

Suasana di Markas Polda Banten sempat memanas dalam sebuah simulasi pengamanan yang digelar menjelang peringatan Hari Buruh Internasional

|
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
Dok Polda Banten
Suasana di Markas Polda Banten sempat memanas dalam sebuah simulasi pengamanan yang digelar menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Senin (20/4/2026). 

Laporan TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Suasana di Markas Polda Banten sempat memanas dalam sebuah simulasi pengamanan yang digelar menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Banten Hengki, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma, Wakapolda Banten Hendra Wirawan, serta unsur TNI yang diwakili Kasrem 064/Maulana Yusuf Bayu Sigit Dwi Untoro. Turut hadir pula para pejabat utama di lingkungan Polda Banten.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Banten itu menampilkan skenario aksi unjuk rasa yang berujung ricuh, lengkap dengan adegan dorong-dorongan hingga pelemparan benda ke arah petugas.

Baca juga: Kisah Saminah di Lebak: Tinggal di Gubuk 2x2 Meter, Rawat Suami Strok 15 Tahun, Bansos Diblokir

Namun, situasi tersebut bukan kejadian nyata, melainkan bagian dari Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) yang digelar untuk menguji kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.

Dalam simulasi tersebut, ratusan personel gabungan dari kepolisian dan TNI dilibatkan. Mereka memperagakan tahapan penanganan aksi massa, mulai dari kondisi damai hingga eskalasi menjadi anarkis.

Awalnya, aksi berlangsung tertib dengan penyampaian aspirasi oleh massa. Namun, situasi kemudian memanas saat terjadi provokasi, yang berujung pada aksi dorong hingga pelemparan ke arah petugas. 

Aparat pun merespons dengan formasi pengamanan berlapis menggunakan tameng dan perlengkapan pengendalian massa.

Bahkan, dalam skenario terburuk, petugas dari satuan Brimob diterjunkan untuk mengendalikan situasi yang semakin tidak kondusif. 

Asap terlihat mengepul di area simulasi, menggambarkan penanganan kerusuhan skala besar.

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengatakan simulasi ini penting untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan, termasuk potensi penyusupan kelompok anarkis.

“Dalam simulasi ini diperagakan seluruh tahapan eskalasi, termasuk potensi penyusupan kelompok anarko. Ini penting agar personel siap menghadapi situasi terburuk,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan pengamanan tetap mengedepankan prinsip profesional dan humanis, sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan.

Dalam aturan tersebut, pengamanan unjuk rasa dibagi dalam empat tahapan utama:

• Situasi hijau: Penanganan secara humanis oleh negosiator Polwan dan Dalmas awal
• Situasi kuning: Gangguan ringan ditangani dengan pengendalian diri dan Dalmas lanjut
• Situasi meningkat: Melibatkan Penanggulangan Huru Hara (PHH) Brimob
• Situasi merah: Tindakan tegas dan terukur terhadap aksi anarkis oleh Brimob

“Semua tahapan ini kami latihkan agar personel tidak ragu dalam bertindak, namun tetap sesuai prosedur,” jelasnya.

Menariknya, berdasarkan hasil koordinasi dengan serikat pekerja, termasuk KSPSI, hingga saat ini belum terdapat rencana aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Banten saat May Day.

Sebagai gantinya, peringatan Hari Buruh akan diisi dengan kegiatan positif seperti bakti sosial dan bakti kesehatan. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Beberapa agenda yang telah disiapkan di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis hingga kegiatan hiburan masyarakat seperti “mancing mania”.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Serang pada 3 Mei, serta di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang pada 2 hingga 3 Mei.

Meski demikian, aparat tetap bersiaga mengawal pergerakan buruh yang akan mengikuti peringatan May Day di Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2026.

“Kami pastikan pengawalan berjalan aman, arus lalu lintas lancar, dan situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Kapolda juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama di media sosial.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi dan memanfaatkan layanan pengaduan resmi kepolisian.

“Masyarakat bisa menghubungi call center 110, lalu tekan 0 untuk berbicara langsung dengan operator jika membutuhkan klarifikasi,” tutupnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved