Kisah Saminah di Lebak: Tinggal di Gubuk 2x2 Meter, Rawat Suami Strok 15 Tahun, Bansos Diblokir

Kisah Saminah di Lebak, Banten, yang tinggal di gubuk 2x2 meter sambil merawat suami stroke selama 15 tahun.

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com
Saminah (51), warga Kampung Cikulur, Desa Muncangkopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten harus bertahan di tengah keterbatasan. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM,LEBAK - Saminah (51), warga Kampung Cikulur, Desa Muncangkopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten harus bertahan di tengah keterbatasan.

Ia tinggal di sebuah gubuk sempit berukuran 2x2 meter bersama suaminya, Kapi (60), yang telah menderita strok selama kurang lebih 15 tahun.

Gubuk yang ditempati Saminah berdiri dari anyaman bambu dengan kondisi memprihatinkan. Bangunannya tampak miring, rapuh, dan jauh dari kata layak huni.

Baca juga: Cerita Pemulung di Serang, Bertahan Hidup dari Tumpukan Sampah, Pernah Temukan Dolar dan Emas Perak

Tidak ada lantai keramik, hanya bilik bambu dan amben sederhana sebagai tempat beristirahat. 

Bahkan, bagian kolong rumah dimanfaatkan untuk memelihara kambing demi menambah penghasilan.

"Sudah sekira lima tahun tinggal di sini. Rumah sebelumnya ambruk, enggak punya biaya untuk memperbaiki," ujar Saminah, Senin (20/4/2026).

Sejak suaminya jatuh sakit, beban hidup keluarga sepenuhnya berada di pundaknya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Saminah bekerja serabutan sebagai buruh tani di lahan milik warga. 

Upah yang ia terima pun jauh dari cukup, hanya sekitar Rp30 ribu per hari.

Tak hanya itu, ia juga merawat kambing milik orang lain sebagai tambahan penghasilan. Namun, semua usaha itu tetap belum mampu mengangkat kondisi ekonominya.

“Ya dicukup-cukupin saja, mau gimana lagi,” katanya lirih.

Kesulitan yang dihadapi Saminah semakin berat setelah bantuan sosial yang sempat ia terima tiba-tiba terhenti. 

Ia mengaku tidak lagi mendapatkan bantuan karena kartu yang dimilikinya diblokir tanpa penjelasan. 

"Dulu ada bantuan, sekarang sudah enggak ada. Katanya kartunya diblokir," ungkapnya.

Saminah memiliki tiga orang anak, dua tengah menempuh pendidikan di pondok pesantren di Pandeglang, sementara satu anak lainnya bekerja di Jakarta.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved