Hantavirus Terdeteksi di Banten, Dinkes Perketat Pengawasan Bandara dan Pelabuhan

Pemprov Banten memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan setelah kasus pertama Hantavirus terdeteksi.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Tribunnews.com
Pemprov Banten memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan setelah kasus pertama Hantavirus terdeteksi. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Provinsi Banten memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan setelah ditemukannya kasus pertama Hantavirus di wilayah tersebut.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus yang ditularkan melalui tikus dan kotorannya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan kasus pertama Hantavirus di Banten terdeteksi pada November 2025.

Pasien yang terinfeksi saat ini telah dinyatakan sembuh setelah menjalani penanganan medis.

Baca juga: Waspada Penyebaran Virus Nipah, Dinkes Kabupaten Tangerang Perkuat Fasilitas Kesehatan

“Kasus Hantavirus pertama kali ditemukan di Provinsi Banten pada bulan November tahun 2025 sebanyak satu orang, kondisi saat ini sudah sembuh,” kata Ati kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (13/5/2026).

Pasien Alami Demam hingga Kulit Menguning

Ati menjelaskan, pasien sempat mengalami sejumlah gejala, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di bagian betis, tubuh lemas, mual hingga muntah.

Selain itu, pasien juga mengalami gejala kulit menguning sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Gejala yang dialami pasien meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di bagian betis, lemas, mual hingga muntah. Selain itu, muncul gejala kuning pada kulit,” ujar Ati.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus tersebut teridentifikasi sebagai tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Dari hasil penyelidikan epidemiologi, faktor risiko utama berasal dari kontak langsung dengan tikus yang menjadi reservoir virus.

Meski demikian, Ati menegaskan risiko penularan Hantavirus antar-manusia sangat rendah.

Sejak kasus ditemukan, Dinkes Banten langsung melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang sempat berinteraksi dengan pasien dan hingga kini tidak ditemukan kasus penularan lanjutan.

“Pasien sudah ditangani sesuai prosedur hingga sembuh. Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan tidak ada kontak erat yang terinfeksi hingga saat ini,” tegasnya.

Pengawasan Pintu Masuk Diperketat

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved