Petugas Geruduk Rumah Orang Tua Pasien BPJS Diduga Ditolak Rawat Inap di RSUD Labuan

Sejumlah petugas medis RSUD Labuan, Pandeglang, Banten mendatangi rumah orang tua Suheri, pasien BPJS Kesehatan yang diduga ditolak rawat inap.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abdul Rosid
AI GEMINI/TribunBanten.com
ILUSTRASI - Sejumlah petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan, Pandeglang, Banten mendatangi rumah orang tua Suheri, pasien BPJS Kesehatan yang diduga ditolak rawat inap, Sabtu (23/5/2026). 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan, Pandeglang, Banten mendatangi rumah orang tua Suheri, pasien BPJS Kesehatan yang diduga ditolak rawat inap, Sabtu (23/5/2026).

Diketahui, pasien tersebut bernama Suheri, warga Saketi, Kabupaten Pandeglang. Dirinya yang menderita penyakit tipes diduga ditolak saat memeriksakan kesehatannya ke RSUD Labuan pada Kamis (21/5/2026).

Keputusan pasien untuk datang ke RSUD Labuan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Puskesmas Saketi.

Hasil laboratorium menyatakan bahwa pasien harus dilakukan penanganan lanjutan, lantaran kondisinya mengkhawatirkan.

Baca juga: Dugaan Penolakan Pasien BPJS, Komisi V DPRD Banten akan Panggil dan Tegur RSUD Labuan

Pihak Puskesmas Saketi menyatakan tidak bisa melakukan tindakan rawat inap lantaran ruangan yang tersedia penuh.

Istri pasien, Siti Nurlaila membenarkan rumah mertuanya didatangi sejumlah tenaga kesehatan (nakes) diduga dari RSUD Labuan.

Kejadian tersebut, kata dia, berlangsung sekitar pukul 12.34 WIB. Namun para petugas hanya bertemu dengan mertuanya.

Sebab, ucap Siti, sang suami berada di rumah orang tuanya yang berlokasi di Kecamatan Jiput.

"Pihak keluarga kedatangan pegawai dari RSUD Labuan, di rumah cuma ada cucu dan ibu (mertua-red)," kata Siti kepada TribunBanten.com.

Siti menjelaskan, kedatangan para petugas tanpa konfirmasi ke pihaknya. Hal itu membuat mertuanya panik dan kebingungan.

"Ibu kebingungan, kaget dan bertanya-tanya, ada apa?" jelasnya.

Menurut pengakuan Siti, kedatangan para petugas untuk meminta klarifikasi terkait pemberitaan penolakan rawat inap oleh RSUD Labuan.

"Ibu mertua saya tidak tahu-menahu tentang kondisi anaknya. Ibu mengira soal kondisi kesehatan suami saya, karena suami tinggal bersama saya," ucapnya.

Klaim Tanya Kondisi Pasien

Humas RSUD Labuan, Ida Komala mengklaim kedatangannya untuk klarifikasi dan melihat kondisi pasien. Ia pun mengklaim tidak melakukan intimidasi terhadap ibu pasien.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved