Kala Macron Skakmat Donald Trump Soal Kemerdekaan Palestina

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengajarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang pentingnya pengakuan kemerdekaan Palestina.

Editor: Ahmad Haris
Kolase Tribun Banten/Instagram
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) telah mendesak "rasa hormat" bagi warga Palestina dan tetangga Arab mereka, dengan tegas menolak saran Presiden AS Donald Trump (kiri) tentang pemindahan massal penduduk Gaza dari tanah air mereka. 

TRIBUNBANTEN.COM - Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron mengajarkan Presiden Federasi Amerika Serikat Donald Trump, tentang pentingnya pengakuan kemerdekaan Palestina

Di depan Donald Trump, Emmanuel Macron menjelaskan mengapa pada akhirnya Prancis, Inggris, dan Kanada memilih mengakui negara Palestina

Hal itu dijelaskan Macron usai Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat pada Selasa (23/9/2025).

Baca juga: Di Hadapan Erdogan dan Para Pemimpin Timur Tengah, Trump Puji Pidato Gebrak Meja Prabowo di PBB

Emmanuel Macron menjelaskan, bahwa semua pihak juga ingin ada gencatan senjata di Gaza. 

Akan tetapi, selama dua tahun ini sejak serangan 7 Oktober 2023 justru situasinya tidak berubah dan bahkan semakin memburuk. 

“Setelah dua tahun perang, sekarang apa hasilnya?” tanya Macron tegas kepada Trump. 

Saat ini kata Macron, Israel juga sudah berhasil menghabisi para pemimpin Hamas.

Namun nyatanya hal itu tidak mengurangi intensitas perang di Gaza.

Sebab para pejuang-pejuang Hamas lainnya akan terus bermunculan. 

Maka menurut Macron perlu ada perspektif politik untuk bisa menghentikan perang di Gaza.

“Jadi membubarkan Hamas tidak tepat ternyata, jadi kita butuh proses yang lebih matang lagi dalam penyelesaian konflik ini,” jelas Macron. 

Macron pun nampak kesal dengan Trump yang seakan-akan menyebut korban serangan Hamas 7 Oktober 2023 hanya ada di pihak Israel dan Amerika Serikat

Serangan tersebut juga kata Macron banyak menimpa warga Prancis

Namun menurut Macron, saat ini yang harus dilakukan adalah perspektif politik baru untuk menghentikan perang di timur tengah. 

Sebelumnya Macron menjadi co-host dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Dua Negara atau two state solution untuk solusi Israel-Palestina.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved