Pengumuman : Perang Gaza Resmi Berakhir, KTT Perdamaian akan Segera Digelar di Sharm el-Sheikh Mesir

Perang di Gaza dikabarkan telah resmi berakhir pada Minggu (12/10/2025).

Editor: Ahmad Tajudin
RNTV/Tangkap Layar via Tribunnews
KEHANCURAN TOTAL - Foto tangkap layar RNTV pada Senin (14/7/2025) yang menunjukkan kehancuran total di Jalur Gaza akibat bombardemen Israel. Meskipun berita gencatan senjata Gaza membawa kelegaan, jalan di depan akan panjang dan penuh rintangan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Perang di Gaza dikabarkan telah resmi berakhir pada Minggu (12/10/2025).

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dengan berakhirnya perang tersebut, Trump dikabarkan akan segera bertolak ke Timur Tengah dan menghadiri KTT Perdamaian di Mesir. '

Dalam situasi ini, Hamas juga dilaporkan siap membebaskan para sandera yang masih hidup setelah dua tahun ditahan. 

Baca juga: Animator Asal Serang Banten Harap Kelly Si Kelinci Jadi Animasi Tontonan Edukasi Anak

Sebaliknya, Israel akan mulai melepaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina. Di satu sisi, hingga Minggu malam, negosiasi masih berlangsung. 

Dua sumber Hamas mengatakan kepada AFP bahwa kelompok tersebut menuntut agar Israel memasukkan tujuh tokoh senior Palestina ke dalam daftar tahanan yang akan dibebaskan.

Trump tampak percaya diri saat berbicara kepada wartawan sebelum lepas landas dari Washington untuk menuju Timur Tengah.

"Perang telah berakhir," ujar Trump. 

Dia juga menyebut kunjungannya kali ini sebagai perjalanan yang sangat istimewa, sebagaimana dilansir AFP.

Presiden AS itu dijadwalkan tiba di Israel sesaat setelah pembebasan sandera dilakukan.  

Dia akan berpidato di parlemen Israel sebelum menuju Mesir untuk memimpin pertemuan para pemimpin dunia di Sharm el-Sheikh, yang mendukung rencananya mengakhiri perang Gaza dan mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Baca juga: Presiden Prabowo Bakal Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Terbang Mendadak ke Mesir Minggu Malam

Netanyahu: kemenangan besar 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah meraih kemenangan besar.

"Bersama-sama kita mencapai kemenangan luar biasa yang mengagumkan dunia. Namun saya harus mengatakan, pertarungan ini belum berakhir," ujar Netanyahu. 

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir juga mengeklaim kemenangan militer. 

"Tekanan militer selama dua tahun terakhir, disertai langkah diplomatik yang melengkapinya, merupakan kemenangan atas Hamas," papar Zamir.

Juru bicara kantor Netanyahu, Shosh Bedrosian, mengatakan bahwa pembebasan sandera akan dimulai Senin (13/10/2025) pagi.  

"Kami berharap 20 sandera yang masih hidup akan dibebaskan sekaligus," jelas Bedrosian.

Baca juga: Sosok Letda Fauzi Ahmad, yang Tewas Ditembak OPM, Dikenal sebagai Seorang Penghafal Alquran

KTT Perdamaian di Mesir 

Setelah kunjungannya ke Israel, Trump bersama Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi akan memimpin KTT Perdamaian di Sharm el-Sheikh.  

Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, serta para pemimpin Inggris, Italia, Spanyol, Perancis, dan Yordania. 

Baik pejabat Israel maupun Hamas tidak akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Pada hari ketiga gencatan senjata, beberapa truk bantuan mulai memasuki Gaza. 

Namun warga di Khan Yunis melaporkan sejumlah kiriman bantuan dirampas oleh warga kelaparan dalam situasi kacau.

"Semua orang takut perang akan kembali. Kami menimbun makanan karena takut dan cemas perang akan datang lagi," kata Mahmud al-Muzain kepada AFP.

 

Sumber : Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved