Keluarga Laporkan RSUD Drajat Prawiranegara ke Polda Banten, Abaikan Alergi Obat dan Manipulasi Data
Ia menuding RSUD Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang abai terhadap kondisi anaknya yang alergi obat sehingga mengalami gangguan kesehatan
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Seorang ibu pasien bernama Nurlaela, warga Perumahan Puri Anggrek, Kota Serang, melaporkan RSUD Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang ke kepolisian.
Ia menuding rumah sakit abai terhadap kondisi anaknya yang alergi obat sehingga mengalami gangguan kesehatan serius.
Merasa tidak mendapat penjelasan dan penanganan yang memadai dari pihak rumah sakit, keluarga akhirnya melaporkan kasus ini ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten.
Baca juga: RSUD Drajat Prawiranegara Serang Jawab Tudingan Malapraktik dan Palsukan Data, Tegaskan Sesuai SOP
Kronologi
Peristiwa berawal pada 21 Oktober 2025, ketika korban Dwi Sarah, pulang kerja dan mengalami keluhan tidak bisa menggerakkan tangan kiri, kaki kiri, serta leher.
Keluarga kemudian membawa korban ke IGD RSUD Drajatprawiranegara Serang.
Menurut keterangan ibu korban, pihak IGD telah menanyakan riwayat alergi obat dan pihak keluarga menyampaikan daftar lengkap obat alergi.
Obat-obatan alergi itu di antaranya metilprednisolon, diazepam, ketorolac, tramadol, dan beberapa obat lain.
Setelah menjalani pemeriksaan awal, korban dipindahkan ke IGD dalam. Di sana, menurut keluarga, riwayat alergi kembali ditulis ulang oleh dokter jaga.
"Jadi sebelum ditangani oleh dokter, saya ditanya apakah ada obat-obatan alergi, terus saya jawab ada banyak, itu di tulis di kertas dan di taruh di dekat anak saya," ujar Nurlaela kepada TribunBanten.com, Sabtu, (29/11/2025).
Kemudian, lanjut Nurlaela, pada malam hari, korban mendapatkan obat pereda nyeri berupa paracetamol dan clopidogrel, dan kondisi korban sempat membaik.
"Alhamdulillah itu anak saya mendingan, bisa makan, minum, dan berjalan menuju kamar mandi dengan bantuan," ucapnya.
Namun pada pukul 10.00 keesokan harinya, ketika kembali ke rumah sakit setelah mengantar cucu bersekolah, Nurlaela mendapati kondisi anaknya berubah drastis.
Korban telah menggunakan oksigen, kateter dan menunjukkan suara serak serta kesulitan bernapas.
"Saya kaget setelah diberi tahu bahwa anak saya telah disuntik salah satu obat yang disebut sebagai obat alergi yang menurut saya termasuk obat yang dihindari," katanya.
Di ruang perawatan Aster, keluarga menyebut korban kembali mendapatkan suntikan obat yang sama saat mengalami tremor atau gejala yang tampak seperti agitasi.
| Ratu Zakiyah Desak RSUD Drajat Prawiranegara Beri Keterangan Sejelas-jelasnya soal Dugaan Malpraktik |
|
|---|
| RSUD Drajat Prawiranegara Serang Jawab Tudingan Malapraktik dan Palsukan Data, Tegaskan Sesuai SOP |
|
|---|
| Kronologi Pria Asal Batang Salah Vonis HIV, Diduga Korban Malapraktik Selang Sisa Operasi Tertinggal |
|
|---|
| Kematian Warga Cirinten, Polisi Selidiki Dugaan Malapraktik di Puskesmas |
|
|---|
| Diduga Kena Serangan Jantung, Pria di Kota Serang Ditemukan Tewas di Depan Kantor DPC PKB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Nurlela-Laporkan-RSUD-Prawiranegara-serang.jpg)