Longsor Terjadi di Gunung Kaupas Padarincang, BPBD Serang Tetapkan Status Siaga
Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Selasa (6/1/2026).
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Selasa (6/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.40 WIB dan saat ini masih dalam penanganan awal oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang.
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan longsor terjadi di wilayah lereng perbukitan dengan tingkat kemiringan yang cukup curam.
Berdasarkan laporan sementara, material longsoran berada sekitar satu kilometer dari permukiman warga.
"Telah terjadi longsor di kawasan Gunung Kaupas. Material longsoran saat ini berjarak kurang lebih satu kilometer dari permukiman warga. Hingga laporan ini disampaikan, belum ada laporan korban jiwa," kata Ajat Sudrajat saat dikonfirmasi.
Ia menyampaikan, hingga saat ini BPBD masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, status korban jiwa dinyatakan nihil, meski proses pendataan masih terus berlangsung di lapangan.
Baca juga: 25 Rumah Warga Terdampak Longsor di Cikeusal Kabupaten Serang
"Untuk kerusakan masih dalam tahap pendataan. Tim kami sudah bergerak menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan memastikan kondisi terkini di lapangan," ujarnya.
Ajat menjelaskan, wilayah Gunung Kaupas memiliki potensi ancaman longsor susulan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Ancaman yang diwaspadai meliputi pergerakan tanah lanjutan, bertambahnya volume material longsoran, serta risiko terhadap akses jalan dan permukiman yang berada di jalur aliran material.
"Kondisi geografisnya berada di lereng perbukitan yang curam, sehingga potensi longsor susulan masih cukup tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan evakuasi sementara bagi warga yang berada di zona rawan longsor dan sepanjang jalur potensi aliran material.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi longsoran.
"Kami merekomendasikan evakuasi sementara, menyiapkan titik kumpul atau pos pengungsian di lokasi aman, serta melarang aktivitas warga di sekitar area longsor. Evakuasi secara masif akan dilakukan apabila terjadi hujan lebat atau terindikasi adanya pergerakan tanah lanjutan," jelas Ajat.
Saat ini, BPBD Kabupaten Serang menetapkan status siaga darurat atau penanganan awal.
Koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan evakuasi dan keselamatan masyarakat.
"Penanganan masih bersifat awal dan laporan ini sementara. Kami akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi sesuai perkembangan di lapangan," pungkasnya.
| Sempat Lumpuh Tertimbun Tebing Longsor, Jalan Citorek-Warung Banten Kini Sudah Bisa Dilalui |
|
|---|
| Tebing 60 Meter Longsor, Timbun Jalan Citorek-Warung Banten, Mobil Belum Bisa Melintas |
|
|---|
| Tanah Proyek di Ciater Tangsel Longsor ke Jalan, Pilar Saga Ungkap Izin Belum Lengkap |
|
|---|
| Longsor di Cipayung Ciputat Tangsel, Rumah Warga Terdampak dan Penghuni Mengungsi |
|
|---|
| Hujan Deras Picu Longsor di Lebak: Lahan Persawahan Tertimbun, Warga Mulai Was-was |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Tampak-gunung-kaupas-yang-terjadi-bencana-longsor-di-Padarincang.jpg)