Kadinkes Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus di Kabupaten Serang, Tapi Warga Diminta Waspada
Hantavirus atau virus hanta yang berpotensi berakibat fatal tengah menjadi perhatian serius setelah beberapa kasus dilaporkan terjadi
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Tajudin
Ringkasan Berita:
- Kemenkes dan Dinkes meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya kasus dan dugaan kasus di Indonesia serta Banten.
- Kepala Dinkes dr. Efrizal memastikan belum ada kasus positif Hantavirus di Kabupaten Serang.
- Masyarakat diimbau memakai masker saat sakit dan menjaga kesehatan karena gejala Hantavirus mirip flu atau Covid-19.
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Hantavirus atau virus hanta yang berpotensi berakibat fatal tengah menjadi perhatian serius setelah beberapa kasus dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk adanya dugaan kasus di Provinsi Banten.
Namun hingga saat ini, dipastikan belum ada laporan kasus positif di Kabupaten Serang.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, dr. Efrizal, saat menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi penyebaran virus tersebut.
Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis yang disebarkan oleh hewan pengerat, terutama tikus liar. Manusia dapat terinfeksi terutama dengan menghirup partikel debu yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus.
Ia menjelaskan bahwa virus ini terbagi dalam beberapa tipe, dan sebagian di antaranya memiliki risiko kematian yang cukup tinggi, tergantung kondisi daya tahan tubuh penderita.
Menindaklanjuti perkembangan situasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkeas) telah menerbitkan surat edaran guna meningkatkan kewaspadaan di seluruh daerah.
"Beberapa kasus khususnya di Indonesia sudah ada dan di Provinsi Banten sudah ada yang diduga kemarin terakhir, tapi insya Allah di Kabupaten Serang mudah-mudahan gak ada," ungkap dr. Rizal kepada wartawan, Rabu, (3/6/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS! Kejagung Geledah Kantor BGN Hari Ini, Pasca Presiden Mengganti Tiga Pejabat Kemarin
Meski demikian, dr. Rizal mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Serang tetap menjaga kewaspadaan dan tidak lengah agar tidak mudah tertular.
Ia menuturkan bahwa virus ini awalnya berasal dari luar negeri, dan tingginya mobilitas penduduk membuat risiko penyebaran tetap ada meski belum ada kasus lokal.
Kadinkes pun memberi gambaran, jika ada warga yang baru pulang dari luar negeri dan terinfeksi, kemudian berkunjung ke pusat keramaian seperti Ramayana atau Mall of Serang (MoS), maka potensi penularan kepada orang lain menjadi sangat terbuka.
"Nah itu yang menjadi kewaspadaan kita bersama," ucapnya.
Terkait cara penularan, dr. Rizal menjelaskan bahwa mekanisme penyebarannya kepada manusia serupa dengan Covid‑19, yakni melalui percikan ludah atau droplet saat berbicara, batuk, atau bersin dalam jarak dekat.
Oleh karena itu, langkah pencegahan paling efektif adalah dengan menggunakan masker bagi siapa saja yang mengalami gejala gangguan pernapasan, disertai istirahat yang cukup dan menghindari keramaian hingga pulih sepenuhnya.
"Perlu dipahami, tidak semua gejala batuk, pilek, atau demam berarti merupakan akibat infeksi virus hanta. Namun kita harus tetap waspada karena gejalanya memang mirip dengan flu biasa maupun Covid‑19, sementara beberapa tipenya memiliki tingkat bahaya yang tinggi," terang dia.
| UT Serang Gelar Workshop P5 Terintegrasi MBG, Guru PAUD Banten Belajar Merancang Masa Depan |
|
|---|
| 8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Mayoritas dari Jenjang SD |
|
|---|
| Ditinggal Parkir Sebentar di Minimarket Kota Serang, Motor Scoopy Digondol Maling Terekam CCTV |
|
|---|
| Mulai 2 Juni, SPPG Kabupaten Serang Wajib Layani Kelompok 3B, Mengkir Sanksi Menanti |
|
|---|
| Wabup Serang Dorong Penyelesaian Persoalan Aset Melalui Komunikasi dan Aturan Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/HANTAVIRUS-Kepala-Dinas-Kesehatan-Kadinkes-Kabupaten-Serang-dr-Efrizal-mengimbau.jpg)