Gadis asal Lebak Wangi Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru Ngaji, Modus Isi Tenaga Dalam

Seorang gadis di Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, berinisial SS (19) diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru ngajinya

Tayang: | Diperbarui:
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi wanita korban asusila-Seorang gadis di Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, berinisial SS (19) diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru ngajinya. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Seorang gadis di Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, berinisial SS (19) diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru ngajinya di desa setempat berinisial SM.

Dugaan tindak pelecehan seksual terjadi saat kegiatan pengajian yang berlangsung pada Kamis, (11/12/2025) malam sekitar pukul 00.00 WIB.

Peristiwa tersebut diungkap oleh kakak kandung korban, yang mengaku menjadi saksi langsung sekaligus pihak pertama yang menghentikan tindakan pelaku.

Menurut keterangan sang kakak, peristiwa bermula saat dirinya bersama teman dan adik kandungnya yang kemudian menjadi korban, serta beberapa orang lainnya menghadiri kegiatan pengajian di rumah terduga pelaku. 

Setelah kegiatan pengajian selesai, seluruh peserta diminta untuk tidak pulang dan menginap di rumah tersebut dengan alasan tertentu.

"Setelah pengajian selesai, kami semua diminta untuk menginap. Laki-laki dan perempuan ditempatkan di ruang yang berbeda. Saya tidur di ruang laki-laki bersama teman, sementara adik saya berada di ruang perempuan,” ujarnya kepada TribunBanten.com, Kamis, (22/1/2026).

Baca juga: Jadi Korban Pesawat ATR 42-500, Jenazah Deden Maulana Disambut Puluhan Petugas KKP di Bandara Soetta

Sekitar tengah malam, Hadromi menyebut kegiatan lanjutan yang disebut sebagai “pengisian” mulai dilakukan.

Ia mengaku merasa janggal karena seluruh peserta diminta untuk tidur dan menghadap dinding, sementara terduga pelaku beralasan bahwa proses pengisian akan dilakukan dalam keadaan tidur.

"Saya sudah merasa ada yang tidak beres. Terduga pelaku menyuruh kami tidur, lalu mengelus satu per satu peserta sambil mengatakan itu bagian dari pengisian. Saya dan teman saya tidak benar-benar tidur karena curiga," ungkapnya.

Kecurigaan semakin kuat ketika ia menyadari terduga pelaku berhenti cukup lama di ruang tempat adiknya berada.

Saat itu, sang kakak mencoba mencari telepon genggamnya untuk merekam kejadian, namun menyadari bahwa ponselnya telah disembunyikan.

Ia kemudian menuju ruang tamu rumah tersebut dan mendapati terduga pelaku bersama adik kandungnya.

Ia mengaku melihat langsung tindakan tidak senonoh yang diduga merupakan pelecehan seksual.

"Saya melihat langsung pelaku sedang melakukan perbuatan tidak pantas terhadap adik saya. Saya langsung emosi, menarik adik saya, mendorong pelaku, lalu membawa adik saya pulang untuk menenangkannya,” katanya.

Baca juga: Pilar Saga Ungkap Fakta Baru, Oknum Guru Cabul di Tangsel Pernah Terjerat Kasus Serupa pada 2011

Setelah memastikan kondisi adiknya aman, ia kembali ke rumah terduga pelaku untuk mengambil barang-barangnya dan mencari ponsel yang sempat disembunyikan. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved