Alasan Sakit, Oknum Guru Ngaji Diduga Berbuat Asusila Mangkir dari Panggilan Polres Serang

kasus ini bermula dari kegiatan pengajian yang digelar di rumah terduga pelaku pada Kamis malam, 11 Desember 2025 lalu.

Tayang:
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi wanita korban asusila-Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang, telah menerima laporan dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan seorang guru ngaji berinisial SM terhadap muridnya, SS (19 tahun), warga Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang.  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang, telah menerima laporan dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan seorang guru ngaji berinisial SM terhadap muridnya, SS (19 tahun), warga Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten.

Laporan tersebut diterima penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada 11 Desember 2025 lalu.

Kanit PPA Polres Serang, Ipda Henry, Sabtu (24/1/2026)membenarkan adanya laporan korban terkait dugaan asusila yang dialami seorang remaja wanita saat mengikuti kegiatan pengajian di rumah terlapor.

Atas laporan itu, penyidik telah melayangkan undangan klarifikasi kepada terlapor.

Kendati demikian, hingga kini yang bersangkutan belum memenuhi panggilan polisi dengan berbagai alasan. 

"Yang bersangkutan belum bisa hadir dengan alasan sakit dan lain-lain," ungkapnya.

Kronologi Kejadian

Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari kegiatan pengajian yang digelar di rumah terduga pelaku pada Kamis malam, 11 Desember 2025 lalu.

Kakak korban, mengaku menjadi saksi mata dan orang pertama yang menghentikan dugaan pelecehan yang dilakukan SM yang berstatus guru ngaji korban.

Sang kakak hadir dalam pengajian itu bersama adiknya, sejumlah teman, dan peserta lainnya.

Setelah pengajian selesai, seluruh peserta diminta untuk bermalam di rumah terduga pelaku dengan pembagian ruang terpisah antara laki-laki dan perempuan.

"Saya tidur di ruangan laki-laki, sedangkan adik saya di ruangan perempuan," kata sang kakak, Jumat (23/1/2026).

Sekitar tengah malam, kata sang kakak, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi yang disebut sebagai “pengisian”.

Para peserta diminta tidur menghadap dinding dengan alasan proses tersebut dilakukan dalam kondisi tertidur. 

Baca juga: 3 Desa di Cikande Serang Kembali Terendam Banjir, Ketinggiannya Mencapai Dada Orang Dewasa

Ia mengaku, mulai curiga ketika terduga pelaku mengelus peserta satu per satu dengan dalih bagian dari pengisian.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved