Program MBG Libatkan Desa, Mendes Yandri Minta PT Malindo Buka Kemitraan

Menteri Desa PDT Yandri Susanto mendorong kemitraan PT Malindo dengan desa-desa di Kabupaten Serang untuk mendukung Program MBG

Tayang:
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
Menteri Desa PDT Yandri Susanto mendorong kemitraan PT Malindo dengan desa-desa di Kabupaten Serang untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka peluang usaha ayam petelur dan pedaging, memperkuat rantai pasok pangan lokal, serta meningkatkan pemberdayaan dan ekonomi masyarakat desa. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto mendorong kolaborasi antara PT Malindo dan desa-desa di Kabupaten Serang sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi desa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan kerjanya ke PT Malindo di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Yandri meminta agar dibentuk kerja sama percontohan dengan melibatkan tiga hingga lima desa yang memiliki potensi pengembangan ayam pedaging maupun ayam petelur.

"Kami ingin kesuksesan manajemen PT Malindo ini dipadukan dengan desa-desa sekitar. Desa jangan hanya jadi penonton," kata Yandri, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Bupati Serang Dorong Desa Manfaatkan Kemitraan PT Malindo untuk Dukung Program MBG

Menurutnya, kolaborasi ini akan difokuskan pada pendampingan dan pemberdayaan desa melalui Kemendes, pemerintah daerah, dan pihak swasta.

Desa-desa yang terlibat diharapkan mampu menjadi bagian dari rantai produksi pangan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi langsung.

Yandri menilai kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dan program MBG menjadi momentum strategis untuk mengangkat derajat masyarakat desa.

Ia menekankan bahwa warga desa harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penerima dampak pembangunan.

Selain menyerap tenaga kerja dari desa sekitar, PT Malindo juga dinilai memberikan manfaat turunan bagi desa, seperti pemanfaatan limbah pupuk untuk sektor pertanian.

Hal ini, menurut Yandri, menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling terhubung dan berkelanjutan.

"Tenaga kerjanya dari desa sekitar, pupuknya bisa dimanfaatkan desa. Ini contoh industri yang memberi dampak nyata," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Yandri, akan memastikan regulasi MBG ke depan berpihak pada produk desa agar desa-desa memiliki peran strategis dalam penyediaan bahan pangan nasional.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved