Pemkab Tangerang Kucurkan Rp335 Miliar, Ini Daftar Jalan Prioritas Diperbaiki Tahun 2026
Sementara untuk sejumlah ruas prioritas di kawasan Pasar Kemis, terdapat enam titik pekerjaan dengan nilai anggaran mendekati Rp130 miliar
Penulis: Ade Feri | Editor: Wawan Perdana
Ringkasan Berita:Perbaikan akan difokuskan pada 219 ruas jalan kabupaten, terutama di titik-titik strategis penopang ekonomi.
Alokasi Anggaran:
- Rp181 miliar untuk alokasi utama perbaikan jalan.
- Rp130 miliar untuk enam titik pekerjaan di kawasan Pasar Kemis.
- Rp24 miliar khusus untuk penanganan Jalan Raya Pakuhaji.
Metode Penanganan: Bukan sekadar tambal sulam, melainkan rekonstruksi menyeluruh (pembangunan ulang) pada jalan yang rusak berat. Tercatat ada sekitar 99 km jalan dalam kondisi rusak berat.
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengalokasikan anggaran sebesar Rp335 miliar untuk membenahi 219 ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan.
Anggaran tersebut disiapkan sebagai bagian dari program prioritas pembangunan infrastruktur daerah pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah mengatakan, perbaikan difokuskan pada ruas-ruas strategis yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Total ada 219 titik yang kita tangani, terutama ruas-ruas strategis yang memang menjadi prioritas,” ujar Iwan, saat ditemui di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (24/2/2026).
Dari total anggaran tersebut, Rp181 miliar merupakan alokasi utama perbaikan jalan.
Selain itu, terdapat tambahan anggaran Rp24 miliar khusus untuk penanganan Jalan Raya Pakuhaji.
Sementara untuk sejumlah ruas prioritas di kawasan Pasar Kemis, terdapat enam titik pekerjaan dengan nilai anggaran mendekati Rp130 miliar.
Baca juga: Jalan Raya Pasar Kemis Rusak dan Telan Korban, Warga Tangerang Bisa Adukan ke Ombudsman
Iwan menjelaskan, penambahan anggaran tersebut merupakan kebijakan Bupati Tangerang yang menggeser alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari sejumlah program yang dinilai belum mendesak ke sektor infrastruktur jalan.
Ia menjelaskan, dengan penggeseran APBD dan tambahan anggaran tersebut, Pemkab Tangerang menargetkan percepatan perbaikan jalan dapat segera dirasakan masyarakat, serta mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.
“Ada kebijakan Pak Bupati untuk menggeser anggaran yang belum dianggap prioritas dari APBD dan difokuskan ke perbaikan infrastruktur jalan, karena kondisinya memang mendesak,” jelasnya.
Bukan Sekadar Tambal Sulam
Menurut Iwan, metode penanganan yang dilakukan bukan sekadar tambal sulam, melainkan rekonstruksi menyeluruh pada ruas dengan tingkat kerusakan berat.
Ia menyebut, berdasarkan data DBMSDA, terdapat sekitar 99 kilometer jalan kabupaten dalam kondisi rusak berat dan membutuhkan pembangunan ulang.
“Kalau umur rencana jalan sudah habis atau terjadi kerusakan dini akibat kendaraan overload, maka harus direkonstruksi. Dibangun ulang, bukan sekadar dipelihara, karena struktur jalannya sudah rusak,” tegasnya.
| Warga Keluhkan Aktivitas Pabrik Logam di Pasar Kemis Tangerang, Asap Pekat Picu Gangguan Kesehatan |
|
|---|
| Jalan Menuju Wisata Baduy Diperbaiki, DPUPR Lebak Tangani 3,6 Km Ruas Jalan |
|
|---|
| Gugatan Rp100 M Dikabulkan Gubernur Banten, Tukang Ojek Pandeglang Al Amin Maksum Dapat Apa? |
|
|---|
| Bupati Serang Datangi Jalan Rusak 2 KM di Waringinkurung, Langsung Perintahkan Perbaikan |
|
|---|
| Mediasi Kedua Gugatan Tukang Ojek Al Amin Maksum ke Gubernur Banten di Gelar Hari Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Jalan-RUsak-Pasar-Kemis-Tangerang.jpg)