Dua Relawan Korban Ledakan Dapur MBG di Carenang Serang Belum Terdaftar di BPJS Kesehatan
Ledakan mesin steamer di dapur MBG Carenang, Kabupaten Serang, menyebabkan dua relawan luka bakar. Korban belum terdaftar BPJS Kesehatan.
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dua relawan korban ledakan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panenjoan, Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten tercatat belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Hal itu diungkapkan Koordinator Lapangan SPPG Carenang Binuang, Ade Yusuf, Selasa (7/4/2026).
"Korban belum terdaftar BPJS," kata Ade saat dikonfirmasi TribunBanten.com.
Baca juga: Anggaran Program Sekolah Gratis Tersendat, Kepala Sekolah di Tangerang Andalkan Dana Talangan
Ade menjelaskan, insiden kecelakaan kerja itu bermula dari sebuah mesin steamer untuk sterilisasi ompreng atau wadah makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meledak pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Saat itu para pekerja tengah melakukan proses pencucian dan pengeringan ompreng MBG.
Saat proses pengeringan berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan yang diduga berasal dari mesin steamer yang digunakan untuk mengeringkan wadah berbahan stainless steel tersebut.
Akibatnya, dua pekerja SPPG mengalami luka bakar. Keduanya saat ini sudah ditangani secara medis.
“Relawan ini belum terdaftar karena masih dalam proses antrean. Untuk sementara, biaya pengobatan dan perawatan ditanggung oleh pihak mitra,” katanya.
Pihaknya juga telah melaporkan insiden tersebut kepada SPPG pusat sebagai laporan khusus.
“Sudah dilaporkan ke pusat,” ujarnya.
Standar K3 Dapur MBG
Menurutnya, pelatihan teknis terkait operasional dapur sebenarnya telah diberikan kepada para relawan, termasuk aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Sudah dilakukan pelatihan teknis di dapur. Namun, kejadian ini diduga karena human error,” jelasnya.
Ade Yusuf menambahkan, standar K3 seperti alat pemadam api ringan (APAR), sarung tangan, dan perlengkapan keselamatan lainnya seharusnya menjadi syarat wajib sebelum operasional dapur SPPG berjalan.
Ia menduga ledakan terjadi karena prosedur penggunaan alat tidak dijalankan dengan benar.
“Kasusnya karena ompreng tidak dibuka terlebih dahulu saat proses pengeringan. Mesin langsung dinyalakan tanpa membuka lemari pengering,” ungkapnya.
Saat ini, kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Carenang.
| Nekat Curi Sepeda Motor, Pria Asal Tirtayasa Serang Tak Berkutik Saat Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Jemaah Haji Kabupaten Serang Terharu, Kepulangan dari Tanah Suci Disambut Bupati Serang Ratu Zakiyah |
|
|---|
| Anggota Viking Serang Banten Diduga Diserang Jakmania, Balita 2 Tahun Ikut jadi Korban |
|
|---|
| PKK Kabupaten Serang Diperkuat, Wabup Najib Tekankan Peran Strategis Menuju Indonesia Emas 2045 |
|
|---|
| Bupati Serang Ratu Zakiyah Bicara Soal Kunci Bentengi Anak di Era Digital, Berawal dari Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/dapur-mbg-meledak.jpg)