Bayi Dibuang di Anyer Dirawat di RSDP, Bupati Serang: Jangan Buang Darah Daging Sendiri

Bayi perempuan yang ditemukan terlantar di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, kini menjalani perawatan di RSUD dr. Drajat Prawiranegara (RSDP)

Tayang:
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
BUPATI JENGUK BAYI - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah (tengah) saat menjenguk bayi yang dibuang oleh orang tuanya di Anyer, Kabupaten Serang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bayi perempuan yang ditemukan terlantar di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, kini menjalani perawatan di RSUD dr. Drajat Prawiranegara (RSDP).

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah turut menjenguk bayi tersebut dan menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa pembuangan bayi yang diduga dilakukan oleh orang tua kandungnya sendiri.

Dalam kesempatan itu, Zakiyah mengecam tindakan pelaku dan meminta agar orang tua bayi bertanggung jawab atas perbuatannya.

Baca juga: Bupati Serang Resmikan Gedung Operasi Modern di RSDP, Warga Kini Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

"Kalau misalnya sudah melakukan hal yang mungkin itu di luar pernikahan tapi itu harus dipertanggungjawabkan, darah dagingnya jangan sampai dibuang,” kata Zakiyah, Kamis (21/5/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Serang agar tidak meniru tindakan serupa karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

“Mohon tidak untuk ditiru, warga masyarakat Kabupaten Serang jangan ditiru hal yang tidak baik,” ujarnya.

Menurut Zakiyah, saat ini kondisi bayi perempuan tersebut tengah mendapatkan penanganan medis dari tim dokter di RSDP.

Senada dengan Bupati Serang, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang, Haero, juga mengecam tindakan pembuangan bayi tersebut.

Ia mengaku sedih atas kejadian itu dan berharap kasus tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat.

“Saya merasa sedih, kemudian hal ini menjadi tolok ukur buat masyarakat Kabupaten Serang,” ungkap Haero.

Haero menegaskan, setiap orang dewasa harus siap bertanggung jawab atas risiko dari perbuatannya, termasuk terhadap anak yang dilahirkan.

"Membuang makhluk hidup tidak pada tempatnya yang marah bukan manusia Tuhan juga pasti marah karena mereka sudah diberikan amanat," katanya.

"Mudah mudahan ini bisa segera ditindak secara hukum insyaallah kita juga harus menengok sebetulnya ada faktor apa sih jadi tidak sepihak mungkin dia juga ada faktor yang tidak bisa diungkapkan," sambungnya.

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved