Harga Pertamax Naik, Bupati Serang Siapkan Langkah Jaga Daya Beli Masyarakat

Pemkab Serang mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga daya beli masyarakat, akibat kenaikan harga Pertamax.

Tayang:
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
HARGA PERTAMAX - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah saat ditemui pada Kamis (11/6/2026). Pemkab Serang mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga daya beli masyarakat, akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, ‎SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga daya beli masyarakat, akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sebagaimana diketahui, pemerintah resmi menaikan harga BBM jenis Pertamax Rp 16.250/liter dan Pertamax Green 95: Rp 17.000/liter pada 9 Juni 2026.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna memantau perkembangan dampak kenaikan harga BBM di lapangan.

Baca juga: Harga Obat Berpotensi Naik, RSUD Tigaraksa Jamin Layanan BPJS Tetap Normal

Menurutnya, koordinasi tersebut penting dilakukan agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang tepat apabila terjadi gejolak harga maupun gangguan terhadap distribusi kebutuhan masyarakat.

‎"Saya juga baru mengetahui tapi saya yakin karena itu kebutuhan yang sangat penting kita tentu akan berkoordinasi BPH Migas ya," ujar Ratu Zakiyah, Kamis, (11/6/2026).

‎Lebih lanjut, Bupati menyoroti potensi dampak berantai terhadap biaya transportasi dan harga barang kebutuhan pokok.

Terkait perlindungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ia memastikan kelompok tersebut masih mendapatkan perlindungan melalui skema subsidi yang ada.

‎"Sejauh ini UMKM masih mendapatkan akses solar bersubsidi. Insya Allah kondisi mereka masih aman. Memang untuk kebutuhan di luar skema subsidi mungkin ada penyesuaian, namun kami terus memantau situasi agar tidak memberatkan pelaku usaha," jelasnya.

‎Ratu Zakiyah berharap koordinasi yang terjalin dengan pihak terkait dapat meminimalkan dampak negatif kenaikan harga BBM, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok di seluruh wilayah Kabupaten Serang.

‎"Nanti kita akan terus berkoordinasi dengan BPH Migas sehingga nanti daya beli masyarakat khususnya untuk kebutuhan itu bisa diakomodir," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved