Harga Obat Berpotensi Naik, RSUD Tigaraksa Jamin Layanan BPJS Tetap Normal
RSUD Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap berjalan normal meski harga obat naik.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap berjalan normal meski sejumlah obat berpotensi mengalami kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Saat ini nilai tukar (kurs) rupiah kembali jatuh terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam pembukaan perdagangan hari Kamis, 11 Juni 2026.
Berdasarkan data pada pukul 09.01 WIB di pasar spot exchange, menunjukkan nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 3 poin (0,02 persen) ke level Rp 17.947 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS menurun tipis 0,05 persen ke level 99.895.
Baca juga: KEREN! Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid di Tangsel Ini Punya Tempat Gym Gratis
Sebelumnya, nilai tukar rupiah ditutup ditutup menguat 114 poin ke level Rp.17.944 terhadap dolar AS.
Direktur RSUD Tigaraksa, dr. Muhammad Faridzi Fikri, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan obat maupun pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Menurutnya, RSUD Tigaraksa telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penyediaan cadangan obat atau buffer stock, efisiensi anggaran, hingga pengendalian belanja yang tidak bersifat esensial.
Selain itu, sebagian besar kebutuhan obat untuk tahun anggaran 2026 telah dipenuhi melalui proses pengadaan yang dilakukan sejak awal tahun.
"Kalau pasien BPJS tentu tidak ada kenaikan. Mereka tetap dibiayai BPJS," ujar Faridzi kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Kamis (11/6/2026).
Faridzi menegaskan, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan.
Karena itu, apabila terjadi kenaikan harga obat, pihak rumah sakit akan melakukan penyesuaian pada pos anggaran lain tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Keselamatan pasien nomor satu. Kami tetap akan mengupayakan pemberian obat secara maksimal sesuai indikasi medis," katanya.
Ia mengungkapkan, proses pengadaan obat untuk tahun 2026 saat ini hampir rampung. Hanya sekitar 20 persen kebutuhan yang masih dalam tahap pembelanjaan.
Kondisi tersebut, membuat RSUD Tigaraksa relatif aman dari dampak langsung potensi kenaikan harga obat dalam waktu dekat.
| Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Tangerang Diprediksi Naik hingga 20 Persen |
|
|---|
| 62 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Tak Terima Ditegur, Kelompok Matel Diduga Aniaya Dua Advokat di Curug Tangerang |
|
|---|
| Dana Operasional Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Tak Beroperasi |
|
|---|
| Jumlah Murid SD Korban Oknum Guru Pramuka Cabul Bertambah jadi 12 Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Potret-gedung-RSUD-Tigaraksa-Kamis-1162026.jpg)