Begini Suasana di PT Chingluh Tangerang Pasca PHK Ribuan Karyawan
Pabrik sepatu, PT Victory Chingluh Indonesia, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terhadap ribuan karyawannya.
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Pabrik sepatu, PT Victory Chingluh Indonesia, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terhadap ribuan karyawannya.
Untuk diketahui, PHK yang dilakukan tahun 2025 ini merupakan kali kedua dalam kurun dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya juga terjadi di akhir tahun 2024.
Dari informasi yang dihimpun TribunBanten.com, pabrik yang berlokasi di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, itu baru saja mem-PHK sekitar 2.200 karyawan akibat menurunnya pesanan atau order dari mitra bisnis perusahaan.
Baca juga: Banten Tempati Ranking 4 Angka PHK Terbanyak Antar Priovinsi se-Indonesia
Angka PHK itu terbilang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yang berjumlah sekitar 1.900 karyawan.
Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, pada Jumat (31/10/2025) pukul 11.30 atau saat jam istirahat karyawan, nampak suasana di warung di sekitar area pabrik cenderung lebih sepi dibandingkan sebelum adanya gelombang PHK.
Puluhan karyawan yang mengenakan kartu pengenal dengan tali beragam corak warna dan bertuliskan 'JV', nampak mendatangi warung untuk sekedar beristirahat, sembari membeli beragam jajanan makanan dan minuman dari para penjual di sekitar area pabrik.
Obrolan seputar gelombang PHK pun turut menghiasi ruang percakapan mereka.
"Kamu kemaren gak ngajuin (PHK)?," tanya seorang karyawan, yang didengar oleh jurnalis TribunBanten.com, di salah satu warung.
"Enggak, saya cuma diliburin aja kemaren dua minggu. Ibu saya yang ngajuin mah," timpal karyawan lainnya.
Setelah ditelusuri, terungkap bahwa dalam mekanisme PHK di PT Victory Chingluh Indonesia dilakukan berdasarkan sistem pengajuan oleh karyawan yang berkenan.
Rata-rata karyawan yang di-PHK merupakan karyawan yang telah lebih dari sepuluh tahun bekerja, atau karyawan yang memang sudah tidak lagi memiliki semangat bekerja.
"Kalau di sini mah sistem nya ngajuin, jadi kalau karyawannya gak mau (di PHK) ya dia masih bisa masuk. Paling cuma dipindah ke departemen lain," kata salah satu karyawan bernama Muhlin.
Menurutnya, meski gelombang PHK di tempatnya bekerja terjadi secara besar-besaran, namun mayoritas dari mereka justru merasa senang.
"Soalnya kan pertama sistemnya pengajuan, terus ketika mereka kemaren di PHK mereka dapet dua PMTK, atau dua kali lipat gaji yang dikalikan lama bekerja," ucapnya.
"Misal dia kerja 10 tahun, nah itu dapatnya bisa ratusan juta. Soalnya gaji sekarang kan 5 juta dikali dua, terus dikali 10 tahun. Terus ditambah lagi sama uang apresiasi dan uang jamsostek," jelasnya.
Muhlin bilang, dari ribuan karyawan yang di-PHK mayoritas merupakan karyawan yang bekerja di departemen produksi.
Baca juga: Bupati Serang Ratu Zakiyah Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 1.400 UKM
"Kalau di departemen lain itu ada cuma gak banyak, karena ada juga yang ditawarin dan dia mau," ungkapnya.
Sementara itu, Rudi pemilik warung di sekitar pabrik mengatakan, akibat gelombang PHK itu, dirinya mengalami penurunan pendapatan meskipun tidak signifikan.
"Dua hari ini agak lebih sepi sih, biasanya jam istirahat itu penuh semua," katanya.
| Prakiraan BMKG Cuaca Sabtu, 2 Mei 2026: Kabupaten Tangerang dan Sekitarnya |
|
|---|
| 100 Pekerja di Kota Serang Terkena PHK Sejak 2025, Sektor Finance Paling Terdampak |
|
|---|
| Semburan Semen di Underpass Bitung Viral, Kontraktor Akui Pagar Sempat Diturunkan |
|
|---|
| Viral! Pemotor di Tangerang Kena Semburan Semen Proyek Underpass Bitung, Warga Resah |
|
|---|
| Tangan Masuk Celengan, Balita di Tangerang Panik, Damkar Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/gerbang-PT-Victory-Chingluh-Indonesia.jpg)