Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Tangerang Diprediksi Naik hingga 20 Persen
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah obat-obatan di Kabupaten Tangerang.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah obat-obatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang.
Saat ini nilai tukar (kurs) rupiah kembali jatuh terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam pembukaan perdagangan hari Kamis, 11 Juni 2026.
Berdasarkan data pada pukul 09.01 WIB di pasar spot exchange, menunjukkan nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 3 poin (0,02 persen) ke level Rp 17.947 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS menurun tipis 0,05 % ke level 99.895.
Baca juga: Utang Luar Negeri BI Naik Jadi 18,53 Miliar Dolar AS, Rupiah Tertekan Dekati Rp18.000
Sebelumnya, nilai tukar rupiah ditutup ditutup menguat 114 poin ke level Rp.17.944 terhadap dolar AS.
Direktur RSUD Tigaraksa, dr. Muhammad Faridzi Fikri, mengungkapkan pihaknya telah menerima informasi dari sejumlah distributor obat terkait rencana penyesuaian harga untuk beberapa jenis obat yang menggunakan bahan baku impor.
Meski demikian, hingga saat ini pihak rumah sakit belum menerima rincian resmi mengenai besaran kenaikan harga pada masing-masing produk obat.
"Kami sebenarnya baru mendapat informasi dari distributor-distributor obat bahwa ada sebagian obat yang akan naik," ujarnya kepada TribunBanten.com, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (11/6/2026).
"Tapi persentasenya belum disampaikan secara rinci per obatnya," sambungnya.
Menurutnya, apabila mengacu pada kondisi nilai tukar rupiah saat ini, kenaikan harga obat diperkirakan bisa mencapai sekitar 15 hingga 20 persen.
"Kalau melihat nilai dolar segini, kemungkinan sekitar 15 sampai 20 persen. Tapi kami belum mendapatkan harga pastinya," ucap Faridzi.
Ia menjelaskan, potensi kenaikan tersebut terjadi karena sebagian bahan baku obat masih bergantung pada impor dari luar negeri, seperti antibiotik, obat hipertensi, hingga sejumlah obat untuk penanganan kanker.
Sementara obat-obatan yang diproduksi menggunakan bahan baku lokal seperti obat diare, ataupun obat sakit kepala diperkirakan tetap stabil.
"Yang kemungkinan naik itu obat-obatan yang bahan dasarnya impor. Kalau yang sudah diproduksi lokal, mudah-mudahan tidak terdampak," kata Faridzi.
| 62 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Tak Terima Ditegur, Kelompok Matel Diduga Aniaya Dua Advokat di Curug Tangerang |
|
|---|
| Dana Operasional Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Tak Beroperasi |
|
|---|
| Jumlah Murid SD Korban Oknum Guru Pramuka Cabul Bertambah jadi 12 Anak |
|
|---|
| Waspada ISPA pada Anak, Kasus Balita di Kabupaten Tangerang Sudah Tembus 51.300 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Harga-Obat-Naik-Potret-di-ruang-tunggu-pengamb.jpg)