Bahaya Memanaskan Opor Ayam Berulang Kali, Ini Berbagai Risiko yang Berdampak untuk Kesehatan

Memanaskan opor ayam dapat memicu proses kimia yang bisa memengaruhi kesehatan.

Tayang:
Editor: Vega Dhini
sajiansedap.grid.id
OPOR AYAM - Memanaskan opor ayam dapat memicu proses kimia yang bisa memengaruhi kesehatan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Opor ayam adalah salah satu menu makanan yang ada di setiap momen Lebaran.

Memiliki rasa gurih dan legit dari santannya, opor ayam seringkali dimasak dalam porsi besar untuk dimakan bersama keluarga dan kerabat yang berkunjung di hari kemenangan.

Tak jarang, opor ayam yang tidak habis dan masih tersisa dalam jumlah banyak harus disimpan di dalam kulkas.

Memanaskan kembali opor ayam yang sudah dimasak hari sebelumnya sudah menjadi hal yang biasa dilakukan masyarakat saat Lebaran.

Namun, apakah memanaskan kembali opor ayam adalah langkah yang tepat?

Dikutip dari Instagram resmi Ditjen Saintek Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, memanaskan opor ayam dapat memicu proses kimia yang bisa memengaruhi kesehatan.

Proses kimia tersebut adalah oksidasi lemak.

Apa itu oksidasi lemak?

Oksidasi lemak adalah proses reaksi lemak dengan oksigen dan panas yang menghasilkan senyawa beracun aldehida dan peroksida lipid, radikal bebas pemicu kerusakan sel dan acrolein yang dapat menyebabkan iritan saluran napas dan pencernaan.

Oksidasi lemak bisa dimulai hanya dalam 30 menit pemanasan di suhu lebih dari 100 derajat Celcius.

Setiap kali opor ayam dipanaskan ulang, produk oksidasi lipid terus menumpuk dan berdampak bagi tubuh yaitu mual, kembung dan diare akibat senyawa aldehid, iritasi saluran pencernaan, serta peningkatan risiko aterosklerosis, inflamasi kronis hingga potensi risiko penyakit kardiovaskular.

Baca juga: 5 Resep Menu Lebaran untuk Halal Bihalal Keluarga Selain Opor Ayam dan Rendang

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved