Ternyata Ada Filosofi dan Arti di Balik Program Pendekar Banten Irjen Rudy Heriyanto
"Kalau di Banten kan disebut dengan jawara yah. Nah jawara itu sesosok atau seseorang kesatria, sama seperti pendekar," ujarnya.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kapolda Banten Irjen Rudy Heryanto Adi Nugroho menginstruksikan anggotanya untuk terus melaksanakan program Pendekar Banten.
Sebenarnya apa arti dan filosofi program Pendekar Banten?
Kapolda Banten Irjen Rudy Heryanto Adi Nugroho melalui Kabid Humas Polda Banten menjelaskan filosofi program Pendekar Banten diambil dari kearifan lokal di Banten.
"Pendekar Banten itu, maksudnya adalah sebuah filosofi yang di ambil berdasarkan kearifan lokal yang ada di Banten," ujar Edy Sumardi ditemui Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu (10/3/2021).
Edi menjelaskan, pendekar dimaknai sebagai seseorang yang mempunyai keahlian seni bela diri.
Dan pendekar menggunakan keahlian bela dirinya untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan serta membela yang lemah dan tertindas.
"Kalau di Banten kan disebut dengan jawara yah. Nah jawara itu sesosok atau seseorang kesatria, sama seperti pendekar," ujarnya.
Adapun program Pendekar Banten mempunyai arti dari "Polisi yang Empati dan Dekat dengan Rakyat Banten".
"Yaitu sebuah singkatan atau kepanjangan dari Polisi yang Empati, Ngayomi dan Dekat dengan Rakyat Banten," ujarnya.
Menurut Edy, kata empati dalam program ini dimaksudkan agar polisi memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap situasi yang sedang dirasakan oleh masyarakat.
Baca juga: Saat Kapolres Silaturahmi ke Sesepuh dan Ulama di Lebak Sembari Ajak Terapkan Protokol Kesehatan
Baca juga: Program Kapolda Rudy Heriyanto, Ngaji Bareng Hingga Siskamling, Masyarakat: Semoga Banten Lebih Baik
Ngayomi atau mengayomi dimaksudkan agar polisi harus menjadi panutan.
"Jadi, polisi itu harus bisa mengayomi atau ngemong, harus menjadi contoh tauladan dan menjadi panutan bagi masyarakat," ujarnya.
Peran polisi selain empati, ngayomi juga dekat dengan masyarakat Banten.
"Nah pendekar ini satu nafas dengan tagline kami, yaitu Merajut Keberagaman, Merawat Kebhinekaan"
Baca juga: Kapolda Banten Pastikan Personil dan Peralatan Siap untuk Hadapi Bencana di Lebak
Merajut keberagaman dirasakan perlu dilakukan di Banten mengingat adanya keberagaman di wilayah ini.
"Di sini kan mayoritas Islam, namun ada juga saudara-saudara kita yang lain yang suku dan agamanya beragam," ujarnya.
"Dan dari keberagaman yang ada di wilayah Banten ini. Keberagaman itu kita rajut dan kita rawat kebhinekaannya," sambunngnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kapolda-dan-pemred-tribun.jpg)