Ternyata Ada Filosofi dan Arti di Balik Program Pendekar Banten Irjen Rudy Heriyanto

"Kalau di Banten kan disebut dengan jawara yah. Nah jawara itu sesosok atau seseorang kesatria, sama seperti  pendekar," ujarnya.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
dokumentasi Polda Banten dan TribunBanten.com
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Hariyanto Adi Nugroho bersama Pemred TribunBanten.com Yulis Sulistiawan di Mapolda Banten, Rabu (10/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kapolda Banten Irjen Rudy Heryanto Adi Nugroho menginstruksikan anggotanya untuk terus melaksanakan program Pendekar Banten.

Sebenarnya apa arti dan filosofi program Pendekar Banten?

Kapolda Banten Irjen Rudy Heryanto Adi Nugroho melalui Kabid Humas Polda Banten menjelaskan filosofi program Pendekar Banten diambil dari kearifan lokal di Banten.

"Pendekar Banten itu, maksudnya adalah sebuah filosofi yang di ambil berdasarkan kearifan lokal yang ada di Banten," ujar Edy Sumardi ditemui Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu (10/3/2021).

Edi menjelaskan, pendekar dimaknai sebagai seseorang yang mempunyai keahlian seni bela diri.

Dan pendekar menggunakan keahlian bela dirinya untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan serta membela yang lemah dan tertindas.

"Kalau di Banten kan disebut dengan jawara yah. Nah jawara itu sesosok atau seseorang kesatria, sama seperti  pendekar," ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi meraih penghargaan dari Mabes Polri, sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Tipe A terbaik pada tahun 2019.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi meraih penghargaan dari Mabes Polri, sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Tipe A terbaik pada tahun 2019. (istimewa)

Adapun program Pendekar Banten mempunyai arti dari "Polisi yang Empati dan Dekat dengan Rakyat Banten".

"Yaitu sebuah singkatan atau kepanjangan dari Polisi yang Empati, Ngayomi dan Dekat dengan Rakyat Banten," ujarnya.

Menurut Edy, kata empati dalam program ini dimaksudkan agar polisi memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap situasi yang sedang dirasakan oleh masyarakat.

Baca juga: Saat Kapolres Silaturahmi ke Sesepuh dan Ulama di Lebak Sembari Ajak Terapkan Protokol Kesehatan

Baca juga: Program Kapolda Rudy Heriyanto, Ngaji Bareng Hingga Siskamling, Masyarakat: Semoga Banten Lebih Baik

Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana didampingi sejumlah anak buahnya mendatangi dan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Idrus di Kampung Rancagawe, Desa Aweh, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Jumat (22/1/2021). Kedatangan mereka diterima langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Idrus, Kyai Ahmad Hudori dan Kyai Tata Faturohman.
Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana didampingi sejumlah anak buahnya mendatangi dan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Idrus di Kampung Rancagawe, Desa Aweh, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Jumat (22/1/2021). Kedatangan mereka diterima langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Idrus, Kyai Ahmad Hudori dan Kyai Tata Faturohman. (Dok Polres Lebak)

Ngayomi atau mengayomi dimaksudkan agar polisi harus menjadi panutan.

"Jadi, polisi itu harus bisa mengayomi atau ngemong, harus menjadi contoh tauladan dan menjadi panutan bagi masyarakat," ujarnya.

Peran polisi selain empati, ngayomi juga dekat dengan masyarakat Banten.

"Nah pendekar ini satu nafas dengan tagline kami, yaitu Merajut Keberagaman, Merawat Kebhinekaan" 

Baca juga: Kapolda Banten Pastikan Personil dan Peralatan Siap untuk Hadapi Bencana di Lebak

Merajut keberagaman dirasakan perlu dilakukan di Banten mengingat adanya keberagaman di wilayah ini.

"Di sini kan mayoritas Islam, namun ada juga saudara-saudara kita yang lain yang suku dan agamanya beragam," ujarnya.

"Dan dari keberagaman yang ada di wilayah Banten ini. Keberagaman itu kita rajut dan kita rawat kebhinekaannya," sambunngnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved