Dua Kecamatan di Kota Serang Masuk Zona Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang memetakan dua kecamatan yang masuk dalam zona paling rawan banjir saat musim hujan.

Tayang:
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
Muhamad Rifky Juliana/TribunBanten.com
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan saat diwawancarai disela-sela gladi simulasi bencana, Rabu (5/11/2025). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang memetakan wilayah yang paling rawan mengalami banjir saat musim hujan.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan disela-sela kegiatan gladi simulasi banjir dan gempa di lapangan Perumahan Banten Indah Permai (BIP), Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Ia mengatakan, simulasi kebencanaan tersebut sebagai bagian dari amanat BNPB untuk menguji rencana kontingensi, terutama terkait banjir yang sering terjadi di wilayah Kota Serang.

Diat menyampaikan, bahwa di Kota Serang terdapat tujuh potensi kebencanaan.

Baca juga: Banjir Melanda Tiga Desa di Pandeglang Hari Ini, Ketinggian Air Capai 120 Centimeter

Tujuh potensi kebencanaan itu di antaranya, banjir, cuaca ekstrim atau angin puting beliung, kekeringan, longsor, tsunami, gempa dan bencana industri.

Namun fokus utamanya yaitu banjir, dikarenakan menjadi langganan di wilayah Ibu Kota Provinsi Banten.

"Di Kecamatan Cipocok Jaya hanya sebagian atau ujungnya, Kecamatan Walantaka ada, Taktakan ada. Tapi titik-titik luasannya banjir ada di dua kecamatan, yakni Serang dan Kasemen," kata Diat.

Ia menjelaskan, penyebab utama banjir di dua kecamatan itu adalah penyempitan aliran sungai dan irigasi akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan.

"Perlu penertiban bangunan di bantaran sungai dan memperbaiki irigasi. Karena baik sungai dan irigasi ada sempadannya. Fakta di lapangan, sempadan itu ditutup bangunan," ujarnya.

Selain faktor infrastruktur, banjir juga disebabkan oleh banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh warga.

"BPBD hanya sanggup berupaya ke non-struktural, dalam arti upaya non-fisik. Himbauan tidak buang sampah sembarangan tiap bulan, sosialisasi sudah dilakukan ke masyarakat," ucap Diat.

Ia pun berharap masyarakat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan agar banjir tidak terus berulang.

"Saya berharap kepada masyarakat tidak buang sampah sembarangan bahkan jangan buang sampah di sungai ataupun bantaran kali," tandasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved