Dua Kecamatan di Kota Serang Masuk Zona Rawan Banjir, Ini Daftarnya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang memetakan dua kecamatan yang masuk dalam zona paling rawan banjir saat musim hujan.
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang memetakan wilayah yang paling rawan mengalami banjir saat musim hujan.
Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan disela-sela kegiatan gladi simulasi banjir dan gempa di lapangan Perumahan Banten Indah Permai (BIP), Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Ia mengatakan, simulasi kebencanaan tersebut sebagai bagian dari amanat BNPB untuk menguji rencana kontingensi, terutama terkait banjir yang sering terjadi di wilayah Kota Serang.
Diat menyampaikan, bahwa di Kota Serang terdapat tujuh potensi kebencanaan.
Baca juga: Banjir Melanda Tiga Desa di Pandeglang Hari Ini, Ketinggian Air Capai 120 Centimeter
Tujuh potensi kebencanaan itu di antaranya, banjir, cuaca ekstrim atau angin puting beliung, kekeringan, longsor, tsunami, gempa dan bencana industri.
Namun fokus utamanya yaitu banjir, dikarenakan menjadi langganan di wilayah Ibu Kota Provinsi Banten.
"Di Kecamatan Cipocok Jaya hanya sebagian atau ujungnya, Kecamatan Walantaka ada, Taktakan ada. Tapi titik-titik luasannya banjir ada di dua kecamatan, yakni Serang dan Kasemen," kata Diat.
Ia menjelaskan, penyebab utama banjir di dua kecamatan itu adalah penyempitan aliran sungai dan irigasi akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan.
"Perlu penertiban bangunan di bantaran sungai dan memperbaiki irigasi. Karena baik sungai dan irigasi ada sempadannya. Fakta di lapangan, sempadan itu ditutup bangunan," ujarnya.
Selain faktor infrastruktur, banjir juga disebabkan oleh banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh warga.
"BPBD hanya sanggup berupaya ke non-struktural, dalam arti upaya non-fisik. Himbauan tidak buang sampah sembarangan tiap bulan, sosialisasi sudah dilakukan ke masyarakat," ucap Diat.
Ia pun berharap masyarakat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan agar banjir tidak terus berulang.
"Saya berharap kepada masyarakat tidak buang sampah sembarangan bahkan jangan buang sampah di sungai ataupun bantaran kali," tandasnya.
| Idul Adha 2026: Warga Komplek Citra Gading Serang Kurban 7 Sapi dan 50 Kambing untuk Warga Sekitar |
|
|---|
| 20 Ribu Lebih Murid Baru SD dan SMP Negeri Kota Serang Dapat Seragam Gratis |
|
|---|
| SPMB 2026 Kota Serang: 5.091 Lulusan SD Terancam Tak Masuk SMP Negeri |
|
|---|
| H-1 Idul Adha 2026, Pasar Kalodran Serang Macet Parah: Pedagang Gunakan Bahu Jalan Jadi Pemicunya |
|
|---|
| Program Satu Kelurahan Satu Sarjana di Kota Serang Sasar Warga Berprestasi dan Tidak Mampu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Plt-Kepala-Pelaksana-BPBD-Kota-Serang-Diat-Hermawan-sa.jpg)