Daftar Hewan Langka yang Ada di Banten, Ada Macan Tutul hingga Owa Jawa
BKSDA Seksi Konservasi Wilayah I Serang sebut Provinsi Banten masih menjadi habitat bagi berbagai satwa langka dan dilindungi.
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Provinsi Banten masih menjadi habitat bagi berbagai satwa langka dan dilindungi.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah I Serang mengungkapkan sejumlah jenis satwa dilindungi negara di wilayah Provinsi Banten.
Satwa yang dilindungi di antaranya Kukang Jawa, Macan Tutul, Badak, Rusa, Kijang, Kancil, Lutung, Surili, Babi Kutil, Owa Jawa, Landak, Kucing Hutan dan Buaya.
Kepala Resort Konservasi BKSDA Wilayah I Serang, Tuwuh Rahardianto Laban mengatakan habitat satwa-satwa tersebut tersebar di berbagai kawasan konservasi dan hutan.
"Habitatnya di kawasan Hutan Lindung (pengelolanya Perum PERHUTANI), Taman Nasional (pengelolanya Balai Taman Nasional), dan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam (pengelolanya BBKSDA)," katanya saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Ia menyampaikan terkait jumlah populasi satwa langka tersebut, pihaknya menyebutkan hingga kini masih diperlukan pendataan lebih lanjut.
"Untuk berapa banyak jumlah perlu dilakukan inventarisasi jenis lebih lanjut pada tiap kawasan hutan," ujar Tuwuh.
Baca juga: Dikira Serigala, Hewan Langka Binturong Diamankan Warga Pandeglang Mati Akibat Luka Jerat & Tembakan
Tuwuh menegaskan seluruh satwa tersebut dilindungi oleh negara berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 106 Tahun 2018.
"Satwa yang saya sebutkan di atas statusnya dilindungi oleh negara berdasarkan Permen LHK NO 106 Tahun 2018, dan juga rentan/terancam punah," jelasnya.
Adapun kemunculan satwa binturong yang sempat masuk ke perkampungan warga di Desa Cigandeng, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
Ia menyampaikan pihaknya hingga saat ini belum memiliki data pasti mengenai populasi satwa tersebut di Banten.
"Terkait satwa binturong yang masuk perkampungan kemaren di Kampung Cigandeng, kami (BBKSDA) belum memiliki data populasinya dan perlu dilakukan inventarisasi oleh instansi terkait," ucap Tuwuh.
"Terkait kenapa diduga bisa turun atau adanya satwa tersebut (binturong) ada di perkampungan perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut ke lapangan dengan pihak terkait," tambahnya.
Sementara itu, terkait maraknya perburuan satwa langka di Banten, Tuwuh memastikan di kawasan hutan yang berada di bawah pengelolaan BBKSDA, khususnya Cagar Alam dan Taman Wisata Alam, tidak adanya aktivitas perburuan liar terhadap satwa dilindungi.
| 13 Proyek Jalan Bang Andra Jadi Temuan BPK, Badak Banten Bentuk Tim Investigasi |
|
|---|
| Program Unggulan Bang Andra Jadi Temuan BPK, Ormas Badak Banten Desak Gubernur Evaluasi Kadis PUPR |
|
|---|
| Kematian Badak Jawa Musofa Disorot, APKSLI Somasi TNUK dan Dirjen KSDAE Buntut Ditranslokasi |
|
|---|
| Bupati Dewi Bersama BPOM Serang Sidak Pasar Badak Pandeglang, Dua Sampel Makanan Positif Formalin |
|
|---|
| Penjelasan Kades Cigandeng Pandeglang soal Penemuan Hewan Langka Binturong Masuk Pemukiman Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Satwa-langka-berjenis-binturong.jpg)