Diskominfo SP Ingatkan Peran Orang Tua Cegah Dampak Negatif Internet Lewat Literasi Digital
Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat upaya peningkatan literasi digital masyarakat, seiring dengan semakin masifnya penetrasi internet
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG — Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat upaya peningkatan literasi digital masyarakat, seiring dengan semakin masifnya penetrasi internet dan berkembangnya infrastruktur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Tanah Jawara.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Banten, Beni Ismail, mengatakan bahwa penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak dan produktif.
“Saat ini kami sedang fokus pada berbagai program literasi digital. Penetrasi internet di Banten semakin masif, infrastruktur SPBE juga terus meningkat. Ini harus ditunjang dengan sosialisasi dan edukasi yang kuat kepada masyarakat,” ujar Beni Ismail, Jumat (23/01/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur teknologi informasi tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya dalam memahami penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
“Kami berharap, dengan berkembangnya berbagai infrastruktur digital ini, masyarakat juga semakin siap dari sisi literasi digitalnya,” kata Beni.
Beni menegaskan, literasi digital tidak hanya menyasar aparatur pemerintah dan masyarakat umum, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Baca juga: Lewat Program Serang Mengaji, Dindikbud Kota Serang Targetkan Lulusan SMP Bisa Baca Al-Qur’an
Peran orang tua dinilai sangat krusial dalam membimbing anak-anak menghadapi era digital yang semakin kompleks.
“Orang tua harus berperan besar dalam memberikan pemahaman digital kepada anak-anaknya. Sekarang hampir semua lini kehidupan sudah berbasis digital, termasuk pendidikan dasar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini berbagai perangkat gawai dan aplikasi sudah dirancang ramah anak, mulai dari aplikasi pembelajaran hingga permainan edukatif. Kondisi tersebut membuat anak-anak terbiasa dengan metodologi digital sejak usia dini.
“Gadget atau ponsel sekarang sudah dilengkapi berbagai aplikasi dan permainan yang ramah anak. Anak-anak jadi terbiasa dengan teknologi sejak dini,” katanya.
Namun demikian, Beni mengingatkan bahwa kemudahan akses digital juga menyimpan potensi risiko apabila tidak dibarengi dengan pengawasan dan pemahaman yang memadai.
“Penggunaan digitalisasi ini harus dibarengi dengan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. Tujuannya agar digitalisasi benar-benar meningkatkan kualitas hidup, bukan malah menjerumuskan ke hal-hal negatif,” tegasnya.
Ia menyoroti maraknya konten dan aktivitas negatif di ruang digital, seperti judi online, penipuan daring, hingga konten yang berpotensi memicu gejolak sosial.
“Kita tidak ingin masyarakat terjebak pada praktik-praktik negatif seperti judi online dan berbagai konten yang merusak tatanan sosial. Inilah pentingnya literasi digital yang berkelanjutan,” kata Beni.
Selain menyasar masyarakat, Diskominfo SP Banten juga terus mendorong optimalisasi penerapan SPBE di lingkungan pemerintahan daerah.
| Diskominfo SP Banten Bekali Ratusan Siswa SMKN 6 Tangerang Literasi Digital untuk Hadapi Dunia Kerja |
|
|---|
| Kunjungi Diskominfo SP Banten, Ratusan Siswa SMKN 6 Kabupaten Tangerang Dalami Digitalisasi |
|
|---|
| Sosok Beni Ismail: Dari Protokol ke Ruang Kendali Informasi, Jejak Panjang Kadiskominfo SP Banten |
|
|---|
| Bersiap Hadapi Gempuran AI, Stafsus Presiden: Generasi Muda Harus Miliki Kemampuan Literasi Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Diskominfo-SP-Provinsi-Banten-Beni-Ismail.jpg)