Dindikbud Kota Serang Turun Lapangan Validasi Angka Anak Putus Sekolah‎

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mulai melakukan pendataan menyeluruh anak putus sekolah hingga ke tingkat RT dan RW. 

TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Kepala Dindikbud Kota Serang saat diwawancarai di Puspemkot Serang, Rabu (28/1/2026). Dindikbud Kota Serang mulai melakukan pendataan menyeluruh anak putus sekolah hingga ke tingkat RT dan RW. 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mulai melakukan pendataan menyeluruh anak putus sekolah hingga ke tingkat RT dan RW. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan data yang dimiliki pemerintah benar-benar akurat sebelum dilakukan intervensi kebijakan.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan pendataan berbasis wilayah menjadi kunci untuk mengetahui kondisi riil anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan. 

Pasalnya, data sementara menunjukkan sekitar 10 ribu anak putus sekolah di Kota Serang, namun angka tersebut masih bersifat mentah.

‎"Angka 10 ribu itu dari data dapodik yang tidak terdaftar. Misalkan kelulusan seribu tapi dia tidak melanjutkan (sekolah), yang melanjutkan hanya 500. Nah kita tarik tuh yang 500," ucap Nuri, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Nasib Guru SD di Tangsel, Hadapi Proses Hukum Usai Nasihati Murid di Kelas

‎"Sementara di Kota Serang yang 500 itu ada yang mondok, ada yang pilihannya ke pendidikan salafi. Itu yang belum kedata," sambungnya.

Menurut Nuri, proses validasi ini penting agar anak-anak yang sebenarnya masih menempuh pendidikan di jalur lain tidak tercatat sebagai putus sekolah

Oleh karena itu, Dindikbud menggandeng aparat wilayah untuk menelusuri data langsung di lapangan.

Setelah data dinyatakan valid, Dindikbud akan melakukan pemetaan dan menyiapkan skema pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. 

Skema tersebut meliputi penempatan ke sekolah formal, nonformal, maupun Sekolah Rakyat.

‎"Anak-anak yang tidak mau sekolah formal akan diarahkan ke sekolah non formal, seperti Paket A, B, atau C, atau bahkan Sekolah Rakyat," jelasnya.

‎"Sekolah formal sudah kita dorong baik yang belum lulus SD maupun yang masih duduk di SMP," kata Nuri.

Baca juga: Arief Muhammad Tertarik Investasi Kuliner di Kota Serang, Padang Payakumbuah Segera Hadir di Ciceri

Ia menargetkan seluruh proses validasi dan akurasi data dapat dirampungkan pada pekan kedua Februari 2026, sehingga program penanganan dapat segera dijalankan secara terukur.

‎"Hari ini sudah berjalan keliling-keliling ke kelurahan. Ketua Pokja nya Bu Susi. Biar ada progresnya per tahun berapa, jumlah pengurangannya berapa," ujarnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Dindikbud terhadap program Serang Cerdas yang diusung Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia.

‎"Saya sebagai kepala dinas (pendidikan) punya kewajiban mengentaskan itu agar Kota Serang bebas dari anak putus sekolah," pungkas Nuri.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved