Launching Serang Mengaji, Dindikbud Pastikan Siswa Non-Islam Juga Difasilitasi Belajar Agama
Tujuan utama Serang Mengaji adalah mengentaskan buta aksara Alquran, khususnya di kalangan generasi muda dan anak-anak.
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Wawan Perdana
Ringkasan Berita:
- Dindikbud Kota Serang memastikan siswa non-Muslim (seperti di Yayasan Mardi Yuana dan Penabur) juga difasilitasi untuk memperdalam kitab suci sesuai keyakinan masing-masing dengan tenaga pendidik yang kompeten.
- Pembelajaran agama dilakukan pada jam pembiasaan (07.00 - 07.30 WIB). Pemerintah berkomitmen menyiapkan buku-buku penunjang dan kebutuhan pendidikan keagamaan lainnya.
- Sebagai bentuk persatuan, ratusan siswa dari sekolah non-Muslim akan dilibatkan dalam kirab kebudayaan pada Minggu depan.
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menegaskan program “Serang Mengaji” tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Muslim, tetapi juga memberi ruang bagi peserta didik non-Islam untuk belajar agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Serang Mengaji merupakan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi Rustandi dan Agis Aulia.
Tujuan utama Serang Mengaji adalah mengentaskan buta aksara Alquran, khususnya di kalangan generasi muda dan anak-anak.
Pemkot Serang telah resmi melaunching Serang Mengaji di alun-alun Barat Kota Serang, Jumat (13/2/2026) malam.
Acara tersebut dihadiri ribuan siswa-siswi, masyarakat umum, tokoh agama, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, perwakilan Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA), serta para camat se-Kota Serang.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengaku pihaknya telah menggelar pertemuan dengan sejumlah sekolah yang memiliki siswa non-Muslim, di antaranya Yayasan Mardi Yuana dan Yayasan Penabur.
Dalam pertemuan tersebut, Dindikbud mendorong agar siswa non-Muslim tetap mendapatkan pembelajaran kitab suci sesuai agama mereka, dengan dukungan tenaga pendidik yang kompeten, seperti pendeta atau guru agama sesuai bidangnya.
"Kita diberikan kebebasan itu dan mengaktivasi sebuah murid-murid yang berbeda agama dengan kita. Silakan mengajar dengan kitab dan keyakinan, kita akan memberikan bahwa Kota Serang kota toleransi," ujar Nuri.
Ia menekankan jangan sampai program Serang Mengaji disalahartikan sebagai kegiatan yang membuat siswa non-Muslim merasa tersisih.
Menurutnya, program tersebut bertujuan memberikan pendidikan agama bagi siswa Islam sekaligus membuka peluang yang sama bagi siswa non-Islam untuk memperdalam ajaran agamanya.
"Ngaji itu dalam istilah bukan hanya perspektif kita yang umat Islam, tapi juga agama-agama lain juga silakan mengaji sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing," jelasnya.
Nuri menjelaskan peluncuran program Serang Mengaji saat ini memang difokuskan pada pembelajaran Alquran dengan tujuan memberantas buta aksara Alquran di kalangan siswa Muslim.
Namun, secara konsep, program tersebut diharapkan juga dapat diterapkan untuk seluruh agama di satuan pendidikan.
| DPRD Kota Serang Tarik Tiga Raperda Usul Dewan, Pendidikan Diniyah hingga Ketenagakerjaan |
|
|---|
| DPRD Kota Serang Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pengarusutamaan Gender |
|
|---|
| DPRD Kesal Banyak Kepala OPD Absen di Paripurna LKPJ Wali Kota Serang 2025, Budi Ancam Evaluasi |
|
|---|
| Pemkot Serang Sisir 12 Kelurahan untuk Akurasi Data Penduduk, Petugas Door to Door Mulai 12 Mei 2026 |
|
|---|
| Minta Perbaikan PJU di Jalan Nasional, Bupati Serang Ratu Zakiyah Langsung Temui Menhub ke Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/siswi-serang-launching-serang-mengaji.jpg)