Gipang, Camilan Tradisional Khas Banten Laris Manis Saat Ramadhan 2026

Usaha produksi gipang rumahan di Kampung Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten mengalami peningkatan.

Tayang:
TribunBanten.com/Muhamad Rifky Juliana
GIPANG - Proses pembuatan gipang di Kampung Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Gipang, camilan tradisional khas Banten yang terbuat dari bahan dasar beras ketan (putih/merah) yang dikeringkan, digoreng, lalu dicampur gula dan kacang tanah, Minggu (8/3/2026). 

Sementara ketika permintaan menurun, pesanan biasanya berkisar sekitar lima lusin.

Baca juga: Kades di Lebak Ngamuk, Oknum PNS Dinsos Diduga Pungli Pembuatan SKTM Keperluan Melahirkan Rp400 Ribu

Proses produksi gipang dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu sekitar dua hari hingga siap dipasarkan. 

Tahapan dimulai dari memasak bahan, mencetak adonan, hingga proses pemotongan sebelum akhirnya dikemas ke dalam toples.

Sam’ani telah menjalankan usaha produksi gipang tersebut selama sekitar tiga tahun. 

Salah satu pekerja bagian produksi, Anis Fu’ad, mengatakan dalam sehari mereka dapat menghasilkan sekitar 25 papan gipang.

“Sehari biasanya bisa sekitar 25 papan,” kata Anis.

Setelah adonan mengeras, gipang dipotong dan disusun sebelum dimasukkan ke dalam kemasan. 

Produk tersebut dapat bertahan hingga tiga sampai empat bulan apabila disimpan di tempat yang sejuk. Penyimpanan di dalam kulkas juga dinilai aman untuk menjaga kualitasnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved