Bongkar Kenakalan di Program Angkot Si Benteng, DPRD Kota Tangerang Soroti Subsidi Rp3 M per Bulan
Anggota DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah, menyoroti pelaksanaan program transportasi umum Si Benteng di Tangerang dinilai masih jauh dari harapan.
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Anggota DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah, menyoroti pelaksanaan program transportasi umum Si Benteng di Kota Tangerang yang dinilai masih jauh dari harapan.
Pasalnya, program yang dijalankan oleh Perseroda Tangerang Nusantara Global (TNG) itu, dinilai kondisi operasionalnya tidak jelas karena diserahkan kembali kepada pihak ketiga.
Padahal, kata pria yang akrab disapa Abah Milah ini, hampir seluruh komponen biaya telah ditanggung oleh pemerintah daerah Kota Tangerang, yakni berupa subsidi sebesar Rp 3 milliar per bulan atau Rp 36 milliar per tahun.
Namun, lanjut Abah Milah, alih-alih memenuhi kebutuhan mobilitas warga, proyek ini justru dianggap tidak berjalan maksimal dan hanya jadi bahan bancakan oknum-oknum yang terlibat.
"Dengan subsidi yang diterima, dengan bensin ditanggung pemerintah, kerusakan ditanggung pemerintah, sopir ditanggung pemerintah. Nah sekarang operator itu tidak punya tantangan dengan beban mengejar tertutupnya satu hari 100 kilo," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (27/11/2025).
Baca juga: GJAW 2025 : Ini Daftar 33 Mobil Baru yang Bisa Di-test Drive Pengunjung hingga 30 November 2025
Menurutnya, kondisi saat ini masyarakat di Kota Tangerang tidak menunjukkan minat tinggi terhadap keberadaan Si Benteng.
Ia mengatakan, masyarakat lebih memilih transportasi berbasis aplikasi online daripada menggunakan layanan Si Benteng.
"Masyarakat lebih cenderung hari ini bermesraan dengan transportasi berbasis aplikasi," ucapnya.
"Jadi kita lebih baik jujur saja, pemerintah daerah melihat animo masyarakat soal Si Benteng, kalau mau diteruskan harus digratiskan, kalau terlihat ada penggunanya, baru teruskan," jelasnya.
Ia menyebut, subsidi jumbo yang digelontorkan pemerintah daerah untuk Si Benteng, lebih baik dialihkan manfaatnya pada program lain.
Sebab kata dia, hingga saat ini program itu tidak menunjukkan manfaat apapun bagi masyarakat Kota Tangerang.
"Alihkan saja ke yang lain daripada subsidi sekarang penerima manfaatnya tidak kelihatan. Penerima manfaatnya hanya operator dan beberapa pengemudi," tegasnya.
Lebih lanjut Abah Milah mengungkapkan, akar masalah utama dalam program itu berada pada pengawasan TNG.
Ia mengungkapkan, skema subsidi berbasis kilometer yang dilakukan, tidak disertai dengan sistem kontrol berbasis GPS atau CCTV pada seluruh rute yang dilalui oleh kendaraan tersebut.
"TNG sendiri tidak menerapkan GPS berbasis rute. Tidak ada GPS yang mengontrol itu, kalau mau diterapkan GPS berbasis rute berbasis trayek, kalau gitu kan ketauan, ini kan tidak," katanya.
| Paramount Land Luncurkan Matera Lakeside, Klaster Hunian Baru di Sisi Danau Cihuni Tangerang |
|
|---|
| Kurir Narkoba di Tangerang Ditangkap, Polisi Sita 98 Cartridge Etomidate dan Sabu |
|
|---|
| Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL di Daan Mogot hingga Alun-Alun, Pedagang Ditindak Tegas |
|
|---|
| 78.000 Warga Banten Terjangkit Pneumonia, Kasus Tertinggi di Kota Tangerang |
|
|---|
| Viral Detik-detik Buaya Besar Muncul di Sungai Cisadane, BPBD Tangerang Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/angkot-si-banteng-tangerangg.jpg)