Bongkar Kenakalan di Program Angkot Si Benteng, DPRD Kota Tangerang Soroti Subsidi Rp3 M per Bulan

Anggota DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah, menyoroti pelaksanaan program transportasi umum Si Benteng di Tangerang dinilai masih jauh dari harapan.

Tayang:
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Ade Feri
Potret transportasi umum pool Si Benteng di Kecamatan Cimone, Kota Tangerang, Rabu (8/7/2025). 

Akibat nihilnya pengawasan, kata Abah Milah, operator disebut memiliki ruang besar untuk mengakali laporan kilometer harian kepada TNG.

Bahkan kata dia, dirinya pernah mendapat laporan terkait praktik curang yang dilakukan para sopir, untuk memenuhi target 100 kilometer per hari.

"Masih ada tuh mobil roda kiri belakangnya digantung, mesinnya dihidupin, dan gasnya ditutup sama konblok, jadi mobil seolah-olah jalan dengan kecepatan 40 kilometer," ungkapnya.

Kini, kata dia, setelah praktik itu terdeteksi, muncul modus baru untuk menutup target harian, beberapa sopir diduga hanya berputar-putar di dalam lingkungan perumahan.

"Dalam rangka menutupi kebutuhan nilai jumlah kilometer mereka bermain tuh di perumahan. Muter-muter aja," jelasnya.

Ia menegaskan, semua ini terjadi karena tidak adanya GPS rute dan CCTV berbasis trayek yang diterapkan di kendaraan tersebut.

Selain manipulasi kilometer, Abah Milah juga mengungkap adanya transaksi tunai yang seharusnya dilarang pada sistem pembayaran Si Benteng.

"Mereka berbayar yang harusnya menggunakan qris, ini sudah boleh bayar tunai, dan uangnya itu dibagi. Padahal kan aturannya nggak boleh," tegasnya.

Menurutnya, karena TNG tidak memiliki beban keuangan, praktik itu dibiarkan sehingga uang tunai menjadi bancakan operator, sopir dan oknum di TNG.

Melihat berbagai persoalan tersebut, Abah Milah meminta, pemerintah tidak tinggal diam dan segera bertindak tegas agar subsidi yang digelontorkan kepada 'Si Benteng' dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Tangerang. 

Baca juga: Badak Jawa Musofa Mati Usai Ditranslokasi ke TNUK Pandeglang, Kepala Balai : Kena Penyakit Bawaan 

"Yang pertama lengkapi itu dengan CCTV berbasis trayek. Kedua, gratis kan kalau perlu oleh pemerintah daerah, jangan hanya siswa yang berbayar, tapi seluruh masyarakat diumumkan itu gratis 100 persen," ujarnya.

Abah Milah meminta, pemerintah Kota Tangerang mengukur minat masyarakat secara objektif. Jika setelah digratiskan Si Benteng tetap tidak diminati, maka program tersebut dinilai layak untuk dihentikan.

"Kalau sudah digratiskan, peminatnya itu ada, teruskan. Kalau peminatnya sudah digratiskan pun tidak ada, berarti dihapus saja," ungkapnya.

"Mendingan dipindah ke yang lain subsidinya, rumah sakit umum kita masih payah," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Jurnalis TribunBanten.com, masih berupaya untuk mengkonfirmasi ke beberapa pihak terkait subsidi tersebut.

Upaya konfirmasi melalui pesan singkat, kepada Asda II Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, sudah dilakukan namun belum mendapat respon.

 

 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved