SMAN 1 Cimarga Lebak Kembali Viral, Kali Ini Gegara Penampakan Galian C Diduga Ilegal

SMAN 1 Cimarga kembali viral. Kali ini bukan karena kasus kepala sekolah dan siswa, melainkan karena penampakan lokasi galian C yang diduga ilegal

|
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Tangkap Layar
SMAN 1 Cimarga kembali viral. Kali ini bukan karena kasus kepala sekolah dan siswa, melainkan karena penampakan lokasi galian C yang diduga ilegal 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - SMAN 1 Cimarga kembali viral. Kali ini bukan karena kasus kepala sekolah dan siswa, melainkan karena penampakan lokasi galian C yang diduga ilegal.

Penampakan galian C yang berada tak jauh dari SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, itu viral di media sosial.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @infoserang, dan langsung menuai beragam komentar dari warganet.

Dalam video tampak tampilan Google Maps yang diarahkan ke lokasi SMAN 1 Cimarga. Namun, tidak jauh dari titik merah sekolah itu terlihat kubangan putih berukuran besar, yang belakangan diketahui merupakan area galian C.

Baca juga: UPTD PPA Lebak Periksa Kondisi Psikologis Siswa dan Kepsek SMAN 1 Cimarga

“Iya, itu galian C semuanya, yang kelihatannya putih-putih itu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (17/10/2025).

Ia menyebut, jumlah lokasi galian C di wilayah Kecamatan Cimarga mencapai sekitar 14 titik.

“Ada dua wilayah utama, yakni di Desa Margajaya dan Desa Cimarga,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, sebagian besar galian C di wilayah tersebut tidak memiliki izin resmi alias ilegal.

“Banyak tambang tak berizin, karena kebanyakan izinnya tidak diperpanjang. Untuk izin galian sekarang harus ke pemerintah pusat. Jadi, banyak yang cuma punya izin awal saja,” ungkapnya.

Menurut warga tersebut, aktivitas galian C memberikan dampak besar terhadap kondisi lingkungan, mulai dari rusaknya infrastruktur jalan hingga tercemarnya sumber air bersih.

“Jalan jadi rusak dan becek, air juga kotor. Ditambah lagi kontribusinya ke warga tidak jelas,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved